Perawatan bedah mikro untuk aneurisma pada segmen mata arteri karotis interna

Tujuan: Untuk menyelidiki karakteristik klinis aneurisma segmen arteri oftalmikus arteri karotis interna dan metode pengobatan bedah mikro. Metode: Data klinis dari 40 pasien dengan aneurisma arteri segmental arteri karotis interna dari Desember 2006 hingga September 2010 dianalisis secara retrospektif. Terdapat 13 kasus pria dan 27 kasus wanita, termasuk satu gabungan aneurisma arteri komunis anterior, empat gabungan aneurisma segmental arteri karotis interna bilateral, empat gabungan aneurisma arteri komunis posterior, satu gabungan aneurisma arteri serebelar inferior posterior, satu gabungan aneurisma arteri serebelar tengah, dan satu gabungan aneurisma arteri basilaris. Hasil: Prognosis pasien yang dioperasi dinilai berdasarkan skor GOS. 33 kasus pulih dengan baik, 1 kasus mengalami kecacatan ringan, 2 kasus mengalami kecacatan berat, dan 4 kasus meninggal dunia; tindak lanjut pasca operasi berkisar antara 2 hingga 46 bulan (rata-rata 21,3 bulan), dan penjepitan aneurisma secara sempurna dikonfirmasi dengan CTA kranial atau DSA. Kesimpulan: Penjepitan aneurisma pada segmen oftalmikus arteri karotis interna melalui pendekatan pterygoid adalah metode yang aman dan efektif. Perawatan harus disesuaikan dengan klasifikasi Hunt-Hess pra operasi pasien, lokasi, ukuran dan morfologi aneurisma, serta peralatan rumah sakit. Pencitraan pra operasi yang sempurna dan penggunaan Doppler mikrovaskuler selama prosedur ini penting untuk mengurangi komplikasi pasca operasi dan meningkatkan prognosis.