Aneurisma intrakranial adalah penyebab paling umum dari perdarahan subaraknoid spontan (SAH). Arteriografi serebral adalah “standar emas” untuk diagnosis aneurisma. Pendarahan ulang dari aneurisma adalah penyebab utama kematian dan kecacatan, dengan insiden tertinggi terjadi pada hari pertama setelah SAH. Penundaan dalam perawatan bedah cukup untuk menciptakan jendela waktu untuk perdarahan ulang, dan secara klinis vasospasme jarang terjadi dalam waktu 3 hari setelah SAH. Oleh karena itu, angiografi otak dan waktu pembedahan pada pasien dengan SAH sekarang berbeda secara signifikan dari masa lalu: yaitu, angiografi dini dan penjepitan aneurisma secara dini (≤96 jam) atau sangat dini (biasanya dalam waktu 72 jam). Tujuan perawatan bedah adalah untuk mengurangi risiko perdarahan ulang dan untuk memfasilitasi pengobatan vasospasme. (A) Indikasi untuk pembedahan 1, aneurisma yang tidak pecah berdiameter ≥ 10mm. 2 . Setelah perdarahan subaraknoid aneurisma, kondisi umum pasien masih baik dan status neurologis stabil (kelas Hunt & Hess ≤ kelas III), operasi dini dapat dilakukan (≤ 96 jam). 3 . Hematoma besar dengan efek pendudukan setelah perdarahan subaraknoid harus dioperasi sedini mungkin. 4, CT scan menemukan edema otak yang jelas, disertai dengan manifestasi vasospasme persisten dan klasifikasi Hunt & Hess ≥ grade III, pembedahan harus dipilih setelah kondisinya stabil dan fungsi neurologis membaik. (Tujuan perawatan bedah yang ideal adalah memasang klip aneurisma untuk menjepit leher aneurisma dan mengeluarkan aneurisma dari sirkulasi tanpa menyebabkan stenosis atau oklusi arteri pembawa aneurisma dan aneurisma sisa. Prosedur ini harus dilakukan sesuai dengan kondisi klinis pasien, lokasi anatomi, ukuran dan kompleksitas aneurisma, serta keterampilan dokter bedah. Dalam beberapa tahun terakhir, pembedahan invasif minimal, termasuk sistem navigasi dan bantuan endoskopi, secara bertahap dikembangkan, yang semakin meningkatkan efek terapi. Rekomendasi: Pada prinsipnya, angiografi dini harus dilakukan pada pasien dengan SAH, dan pembedahan dini harus dilakukan untuk aneurisma intrakranial yang terdeteksi, tetapi harus dilakukan sesuai dengan kondisi klinis pasien dan kondisi medis tertentu.