Kanker mulut dikenal sebagai kanker lidah, kanker mukosa bukal, kanker gusi, kanker dasar mulut, dan kanker langit-langit keras tergantung pada lokasinya. Kanker mulut lebih sering terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia, dan lebih banyak pria daripada wanita. Faktor risiko utama untuk pasien kanker mulut adalah bahwa sebagian besar dari mereka memiliki riwayat merokok dan minum alkohol yang panjang, sementara kanker mulut jarang terjadi pada non-perokok dan bukan peminum. Alkohol sendiri tidak bersifat karsinogenik, tetapi memiliki efek pro-karsinogenik. Alkohol dapat bertindak sebagai pelarut karsinogen dan memfasilitasi masuknya karsinogen ke dalam mukosa mulut. Kebiasaan kebersihan mulut yang buruk dari pasien kanker mulut menciptakan kondisi bagi bakteri atau jamur untuk berkembang biak dan berkembang biak di dalam mulut, sehingga memfasilitasi pembentukan nitrosamin dan prekursornya. Ada juga rangsangan jangka panjang oleh benda asing, seperti tunggul gigi atau ujung tajam yang sudah aus atau gigi palsu yang tidak cocok yang merangsang mukosa mulut untuk waktu yang lama, yang mengakibatkan ulkus kronis dan bahkan kanker. Malnutrisi jangka panjang, defisiensi vitamin A dan C dan asupan elemen yang tidak mencukupi seperti zat besi dan seng, semuanya merupakan faktor penting dalam memicu kanker mulut. Dalam hal pencegahan, kita harus memperhatikan untuk berhenti merokok dan minum alkohol, tidak memakai gigi palsu yang tidak diperbaiki dengan baik, mengasah potongan gigi atau ujung yang tajam, dan mengobati peradangan kronis di mulut pada waktu yang tepat, yang merupakan langkah-langkah efektif untuk mengurangi kejadian kanker mulut. Jika Anda menemukan adanya kelainan pada mulut dan borok kronis pada selaput lendir bibir, pipi dan lidah yang belum sembuh dalam waktu yang lama, Anda harus pergi ke rumah sakit spesialis sedini mungkin untuk diagnosis dan pengobatan aktif, yang secara efektif dapat mengendalikan kerusakan lebih lanjut dari kanker dan memiliki efek positif pada pengobatan.