Apa bedanya gangguan kecemasan dengan depresi?

  Depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan depresi suasana hati yang signifikan dan terus-menerus, dengan kelainan yang sesuai dalam pemikiran dan perilaku. Manifestasi utama dari depresi adalah depresi, atau apa yang biasanya kita sebut suasana hati yang buruk, kurangnya keceriaan dan kurangnya energi. Penderita sering tampak cemberut dan menghela napas. Suasana hati yang tertekan disertai dengan kelainan yang sesuai dalam berpikir dan berperilaku, seperti melambatnya bicara, perasaan tidak fleksibel, lemah dan kurang gerak, keinginan untuk tidak melakukan apa pun, atau bahkan duduk sendirian atau tidur di tempat tidur sepanjang hari dan tidak berinteraksi dengan orang lain. Suasana hati yang tertekan adalah gejala inti depresi dan kebanyakan orang mendefinisikan suasana hati yang tertekan sebagai kesedihan, rasa sakit, atau depresi, yang digambarkan seolah-olah awan gelap akan turun.  Gangguan Kecemasan Gejala-gejala kecemasan mendominasi, dengan kekhawatiran yang berlebihan sebagai inti dari gejala kecemasan. Depresi dan kecemasan sering terjadi bersamaan, dan depresi bisa menjadi komorbid dengan kecemasan, dan jika terjadi bersamaan dapat didiagnosis sebagai depresi dan kecemasan. Kunci untuk membedakan keduanya adalah apakah kedua gejala tersebut ada dan hilang pada saat yang sama. Jika gejala kecemasan dominan dan primer, diagnosis kecemasan tetap ditegakkan meskipun ada gejala depresi; jika gejala depresi dominan dan mendominasi, adanya gejala kecemasan tidak mengubah diagnosis depresi.