Apa itu Terapi Perilaku Kognitif?

  Sederhananya, terapi kognitif adalah istilah umum untuk jenis psikoterapi yang menggunakan teknik kognitif dan perilaku untuk mengubah kognisi maladaptif pasien, berdasarkan asumsi teoretis bahwa proses kognitif memengaruhi emosi dan perilaku. Yang kami maksudkan dengan kognisi maladaptif adalah keyakinan atau pikiran yang menyimpang, irasional dan negatif yang sering menyebabkan gangguan emosional atau manifestasi perilaku maladaptif pada pasien.  Pandangan dasar terapi ini adalah bahwa proses kognitif memediasi perilaku dan emosi dan bahwa perilaku atau emosi yang maladaptif terkait dengan gaya kognitif yang tidak tepat. Tugas terapis adalah bekerja dengan pasien untuk mengidentifikasi kognisi maladaptif ini dan memberikan ‘pembelajaran’ atau kesempatan pelatihan untuk memperbaikinya atau menggantinya dengan gaya kognitif ‘baru’ yang membawa kognisi pasien lebih dekat dengan realitas atau kenyataan. Ketika persepsi yang buruk atau keliru berubah, kinerja emosional atau perilaku pasien berubah dan penyesuaian sosial ditingkatkan.  Fitur teknis utama dari terapi ini adalah logika pertanyaan Sokrates, di mana terapis mengajukan serangkaian pertanyaan untuk membuat pasien secara bertahap menyadari kesalahan kognitifnya, mengguncang ide-ide yang tidak tepat dan menerima solusi yang mungkin atau memperbaiki kesalahpahamannya.  Terapi ini berbeda dari terapi perilaku tradisional karena terapi kognitif tidak hanya berfokus pada pengobatan perilaku maladaptif atau bermasalah, tetapi juga pada perubahan gaya kognitif pasien dan keselarasan serta koordinasi antara kognisi, perilaku dan emosi. Demikian pula, terapi kognitif berbeda dari psikoanalisis karena terapi ini berfokus pada dampak kognisi pasien pada pikiran dan tubuhnya pada saat ini (di sini dan sekarang), bukan pada dampak pengalaman traumatis masa lalu pasien (terutama masa kanak-kanak) pada masalah saat ini.  Terapi kognitif banyak digunakan dalam pekerjaan psikoterapi dan populer di kalangan terapis dan pasien karena terapi ini memainkan peran penting dalam mengatur emosi pasien dan mengubah perilaku mereka.