Kiat perawatan Alzheimer

  Ketika sebuah keluarga memiliki pasien Alzheimer, dalam arti tertentu, pasien sendirilah yang paling menderita, karena seiring dengan perkembangan penyakit, dunia pemikiran mereka menjadi “diremajakan” dan aspek manis dan asam kehidupan tidak dirasakan oleh mereka, tetapi anggota keluarga yang merawat mereka.  Dengan perjalanan penyakit Alzheimer yang panjang dan tingginya biaya pengobatan dan perawatan, lebih dari 75% keluarga di Tiongkok merawat pasien mereka di rumah, dan banyak anggota keluarga mereka pensiun dini atau bahkan berhenti dari pekerjaan mereka untuk merawat orang yang mereka cintai. Namun demikian, seiring dengan perkembangan penyakit, para lansia yang menderita demensia dapat dengan cepat mengalami kesulitan dalam merawat diri mereka sendiri, dan bahkan menjadi mudah marah dan tidak terkendali, sehingga menyebabkan beban dan tekanan mental yang besar bagi seluruh keluarga dan pengasuh.  Merawat orang dengan demensia membutuhkan kesabaran serta keterampilan merawat. Penting untuk memahami rehabilitasi kognitif dan gejala psiko-perilaku pasien, bukan hanya rutinitas sehari-hari.  Pakaian: Cobalah untuk memperpanjang dan mempertahankan kemampuan pasien untuk berpakaian sendiri, sering memberikan dorongan dan pujian sehingga pasien memiliki kepercayaan diri dalam penampilan mereka. Serahkan satu per satu pakaian kepada pasien dan berikan petunjuk langkah demi langkah tentang cara berpakaian. Pilih pakaian yang longgar, nyaman dan mudah dilepas. Jika pasien lebih suka mengenakan pakaian tertentu, belilah lebih banyak pakaian yang sama untuk rotasi.  Makanan: Yang terbaik adalah memilih piring baja tahan karat yang tidak mudah pecah. Jika pasien dapat makan sendiri, yang terbaik adalah menaruh beberapa hidangan di atas nampan dan membuang duri tulang terlebih dahulu saat makan ikan. Jangan biarkan pasien makan dengan pisau atau garpu yang tajam. Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil untuk memudahkan pasien mengunyah dan menelan, dan jangan biarkan pasien makan makanan yang lengket. Jangan memberikan makanan yang terlalu panas karena pasien tidak sensitif terhadap suhu. Pasien yang perlu diberi makan harus duduk, tidak memberi makan terlalu banyak dalam satu waktu dan tidak terlalu cepat karena gangguan fungsi mengunyah, dan memberi pasien cukup waktu untuk mengunyah.  Perumahan: Sederhanakan ruangan, singkirkan perabotan yang berlebihan dan sisakan lorong yang cukup lebar bagi lansia dengan demensia untuk berjalan-jalan. Gunakan tanda berwarna cerah atau gambar sederhana untuk menandai kamar mandi, kamar tidur dan dapur. Pastikan ruang tamu memiliki penerangan yang baik dan lantainya tidak licin. Simpan pisau, gunting, obat-obatan dan insektisida di tempat yang terkunci, dan miliki alat pengaman untuk sakelar gas dan listrik sehingga orang tersebut tidak bisa menyalakannya sesuka hati. Lepaskan kunci pada toilet dan pintu kamar tidur di rumah untuk mencegah pasien mengunci diri mereka sendiri. Pada malam hari, kunci pintu depan untuk mencegah mereka berjalan keluar rumah tanpa disadari, yang bisa menyebabkan kecelakaan.  Jalan kaki: Lansia dengan demensia mudah tersesat saat keluar rumah dan sering tidak dapat menemukan jalan pulang. Oleh karena itu, jangan biarkan pasien keluar rumah sendirian dan letakkan atau jahit kartu pengaman/kain yang bertuliskan nama, alamat, nomor kontak, dan penyakit yang diderita pasien dan keluarga di saku pakaiannya di bagian tertentu, sehingga dapat ditemukan tepat waktu jika tersesat.  Latihan: Orang dengan demensia memerlukan latihan fisik yang sesuai dan latihan daya ingat dan kecerdasan. Contohnya, berjemur, berjalan kaki dan melempar bola adalah bentuk latihan fisik yang baik. Selain itu, sejauh mungkin, pasien harus dibiarkan sendiri untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti mencuci, menggosok gigi, makan dan mengganti pakaian sehingga refleks baru yang terkondisi dapat terbentuk dalam pikiran untuk mempertahankan berbagai fungsi. Untuk memperlambat proses kehilangan ingatan, latihlah pasien beberapa kali sehari untuk menstimulasi ingatan, seperti meminta pasien untuk menyebutkan nama dan menyapa perawat, mengidentifikasi tanda-tanda umum, mengingat berita TV yang baru saja ditonton, atau mengingat kembali peristiwa masa lalu yang menarik bersama pasien dan menyanyikan lagu-lagu lama.