Kanker primer adalah transformasi bertahap sel-sel normal dari jaringan dan organ normal menjadi sel-sel kanker di bawah pengaruh jangka panjang berbagai faktor karsinogenik internal dan eksternal, dan pembentukan massa sel kanker, yaitu “kanker primer”, atau “tumor ganas primer”. Kanker primer merupakan bagian terbesar dari tumor ganas klinis, dan dapat terjadi di hampir semua bagian tubuh serta di semua organ dan jaringan, kecuali kuku dan rambut. Kanker rekuren mengacu pada pertumbuhan tumor baru pada organ di mana kanker primer berada setelah kanker primer mereda melalui pengobatan, dan tumor baru yang tumbuh disebut kanker rekuren. Ada banyak penyebab kambuhnya kanker, di antaranya faktor yang paling penting adalah pengobatan kanker primer yang tidak tuntas. Misalnya, pembedahan tidak tuntas, dan radioterapi atau kemoterapi tidak tuntas. Dalam kasus ini, tumor kanker menghilang di permukaan, tetapi masih ada beberapa sel kanker yang tersisa, yang dapat menyebabkan kambuhnya kanker di bawah pengaruh pemicu internal dan eksternal tertentu. Kanker metastasis adalah invasi sel kanker dari lokasi primer ke dalam pembuluh darah, pembuluh limfatik, atau rongga tubuh, yang kemudian menyebar bersama darah atau cairan tubuh dan membentuk jenis kanker yang sama dengan kanker primer di lokasi atau organ yang jauh. Kanker metastasis harus memenuhi dua syarat: pertama, lokasi terjadinya harus merupakan bagian yang jauh dari kanker primer; kedua, sifat kanker harus sama dengan kanker primer. Metastasis berkontribusi pada penyebaran tumor ganas, menyebabkan kerusakan yang lebih besar dan lebih luas pada organisme, dan juga membuat pengobatan kanker menjadi sangat sulit. Metastasis kanker yang meluas sering kali menjadi alasan utama mengapa kanker stadium lanjut tidak dapat disembuhkan melalui pembedahan. Karena kanker rentan terhadap metastasis, terkadang kanker metastasis terdeteksi terlebih dahulu sebelum kanker primer teridentifikasi, misalnya, pembengkakan kelenjar getah bening di leher terkadang menjadi gejala klinis pertama yang terdeteksi pada pasien dengan kanker nasofaring, dan hanya setelah pemeriksaan lebih lanjut barulah kanker nasofaring ditemukan.