Apa saja kerugian dari menghindari perawatan medis untuk lansia dengan demensia?

Banyak orang berpikir bahwa “kepikunan” adalah fenomena alamiah, dan mereka bahkan enggan pergi ke rumah sakit karena takut dianggap pikun. Situasi ini cenderung menunda diagnosis dan pengobatan penyakit, yang dapat menyebabkan konsekuensi serius. Prevalensi demensia di negara kita tinggi, sementara kesadaran masyarakat akan demensia rendah, tingkat konsultasi rendah, tingkat pengobatan yang efektif rendah, dan penghindaran diagnosis dan pengobatan adalah salah satu alasan untuk situasi ini. Jika kita melewatkan tahap intervensi dini, ketika demensia mencapai stadium lanjut, semua aspek fungsi pasien akan jatuh seperti air terjun, yang sulit untuk dipulihkan, dan efek pengobatannya sangat buruk. Oleh karena itu, kami berharap pasien dengan demensia dapat dideteksi lebih awal, didiagnosis dan diobati lebih awal untuk memperlambat perkembangan demensia. Jika lansia tidak dapat menerima perawatan dan pengobatan yang tepat waktu dan tepat, kecerdasan dan kemampuan mereka untuk hidup dapat menurun dengan cepat, dan kemampuan mereka untuk merawat diri sendiri dapat memburuk sampai-sampai mereka menjadi sangat bergantung pada anggota keluarga mereka untuk perawatan. Komplikasi seperti pneumonia, luka baring dan malnutrisi dapat terjadi lebih awal dan memerlukan rawat inap berulang kali, sehingga meningkatkan biaya pengobatan. Pada kasus yang serius, pasien dapat kehilangan arah, mengalami patah tulang atau meninggal sebelum waktunya karena pengobatan dan perawatan yang tidak tepat. Oleh karena itu, sikap ilmiah terhadap demensia, pikiran yang terbuka, deteksi dini, konsultasi dini, dan perawatan dini akan memungkinkan lansia dengan demensia untuk mempertahankan fungsinya dengan lebih baik dan hidup lebih lama. Anggota keluarga juga dapat mempelajari pengetahuan profesional dalam merawat lansia dan membuat pengaturan yang lebih baik, sekaligus meringankan beban keluarga.