Sindrom bahu-tangan adalah komplikasi yang umum terjadi setelah stroke. Hal ini sering terjadi ketika sendi bahu dan tangan pasien bengkak dan nyeri, dengan gerakan yang terbatas atau disertai perubahan warna kulit. Pada tahap awal, tangan yang terkena sering kali bengkak, dengan keterbatasan gerakan yang jelas, penebalan jari, hilangnya garis-garis kulit, dan kulit berwarna merah muda atau merah keunguan. Keterbatasan gerakan sendi dimanifestasikan oleh rotasi pasif tangan, keterbatasan dorsofleksi pergelangan tangan, keterbatasan sendi interphalangeal pada posisi fleksi yang diperpanjang, dan rasa sakit yang disebabkan oleh aktivitas pasif. Jika tidak ada intervensi yang dilakukan, tangan yang terkena biasanya akan mengalami perubahan bentuk pada tahap selanjutnya, tanpa oedema atau nyeri, tetapi dengan hilangnya gerakan sendi secara permanen. Pergerakan sendi pergelangan tangan dan sendi metakarpofalangeal jelas terbatas, rotasi lengan bawah terbatas, telapak tangan mendatar, dan otot piriformis besar dan kecil berhenti berkembang, oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah sindrom bahu-tangan, yang tidak hanya menyebabkan rasa sakit pada pasien, tetapi juga secara serius mempengaruhi pemulihan fungsi anggota tubuh bagian atas.