Bahu beku adalah penyakit kronis yang membutuhkan waktu lama untuk diobati dan harus diobati secara bertahap dan tidak terburu-buru. Penting untuk memberikan inisiatif penuh kepada pasien, untuk secara aktif bekerja sama dengan perawatan dokter dan berinisiatif melakukan latihan fungsional untuk memfasilitasi pemulihan awal fungsi sendi. Selain itu, penting untuk membangun rasa percaya diri, karena sebagian besar pasien bisa sembuh secara bertahap setelah perawatan. Latihan fungsional memainkan peran penting dalam pengobatan bahu beku. Latihan fungsional meningkatkan aliran darah ke sendi, meningkatkan sekresi cairan sinovial pada sendi dan tendon, dan mengembalikan fungsi sendi. Latihan fungsional harus secara bertahap meningkatkan rentang gerak sendi selama rasa sakitnya masih bisa ditoleransi. Latihan harus melibatkan abduksi, ekstensi, fleksi ke depan dan rotasi sendi bahu sampai Anda bisa bergerak di sekitarnya. Gerakan bahu bilateral harus dilakukan pada waktu yang sama. Lebih baik menggerakkan sendi-sendi tubuh lainnya terlebih dulu, baru kemudian sendi yang sakit. Tujuan fisioterapi adalah untuk memperbaiki aliran darah ke bahu, mengurangi peradangan dan meredakan nyeri. Fisioterapi lebih efektif apabila dikombinasikan dengan latihan fungsional dan pengobatan. Tui na, pijat, akupunktur dan bekam api, semuanya efektif. Obat-obatan adalah pengobatan pelengkap, digunakan untuk anti-inflamasi dan menghilangkan rasa sakit. Obat antiinflamasi dan penghilang rasa sakit yang umum digunakan meliputi: ibuprofen, fentanil, furosemid dan sebagainya. Aplikasi topikal juga bisa digunakan. Jika rasa sakitnya terbatas, prednison asetat atau kortison asetat dapat digunakan untuk penutupan lokal, tetapi biasanya penutupan intra-artikular tidak dilakukan untuk menghindari kerusakan pada tulang rawan artikular. Perawatan bedah dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan riwayat panjang dan penyakit yang parah. Prosedur pembedahan yang umum digunakan adalah: fiksasi tendon bisep longus, diseksi ligamen rostro-humeral, dll.