Penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu bagi kehidupan dan kesehatan manusia, dan penyakit jantung koroner adalah salah satu penyebabnya. Proses patologis aterosklerosis koroner adalah proses yang cukup panjang, dan timbulnya lesi dapat dimulai pada usia dini. Hampir semua orang mengembangkan beberapa prosedur aterosklerosis, hanya saja beberapa orang belum cukup berkembang untuk menunjukkan gejala klinis. Ini berarti bahwa sisi proses pembentukan aterosklerosis dan daya tahan tubuh terhadap aterosklerosis lebih mendominasi, sehingga gejala aterosklerosis muncul secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, pencegahan penyakit jantung koroner tidak boleh dimulai hanya ketika gejala penyakit jantung koroner muncul, tetapi juga sejak usia remaja, untuk benar-benar mengurangi kejadian penyakit jantung koroner. Penelitian internasional berskala besar telah menunjukkan bahwa lebih dari 90% kejadian kardiovaskular yang serius dapat diprediksi oleh faktor risiko yang diketahui: merokok, dislipidemia, hipertensi, diabetes, obesitas, stres, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik. Seluruh masyarakat harus memperhatikan pencegahan penyakit jantung, dan fokusnya harus pada bidang-bidang berikut. Sulit bagi orang dewasa untuk menurunkan berat badan, jadi pencegahan obesitas harus dimulai sejak masa kanak-kanak. Anak-anak berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, pasokan protein yang cukup, serat dan kalori yang dibutuhkan tidak diragukan lagi, tetapi perlu menghindari terlalu banyak lemak dan permen, dan mendorong anak-anak untuk melakukan lebih banyak kegiatan di luar ruangan, untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal, untuk menghindari munculnya terlalu banyak anak yang mengalami obesitas. Untuk orang dewasa yang mengalami obesitas juga harus secara aktif memperbaiki kebiasaan gaya hidup dan mengurangi berat badan. 2. Pencegahan hipertensi Pengukuran tekanan darah secara teratur harus dilakukan, dan mereka yang tekanan darahnya berada di persentil atas harus diberi panduan hidup untuk membatasi asupan garam kurang dari 6 gram garam per hari dan meningkatkan kandungan kalsium dalam makanan. Kalsium bebas dalam makanan dapat meningkat 100 mg per kilokalori, maka tekanan darah sistolik dapat berkurang 0,266 kPa (2,0 mmHg). 3, berhenti merokok Merokok akan memiliki promosi yang bagus untuk pembentukan aterosklerosis, dari awal untuk mengontrol secara ketat pembentukan kebiasaan buruk merokok ini, yang sudah merokok harus berhenti merokok sesegera mungkin. 4 . Makanlah banyak buah dan sayuran, tetapi pertahankan pola makan yang seimbang dan merata. 5. Berolahraga secara teratur Ada bukti bahwa melakukan olahraga berat dua atau tiga kali seminggu dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Namun, karena melakukan olahraga berat secara tiba-tiba sangat berbahaya, maka penting untuk memulai program olahraga Anda secara bertahap. 6. Mengatasi stres mental Carilah cara untuk meredakan stres dalam hidup Anda. Lakukan hobi atau olahraga untuk mengendurkan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari Anda. 7. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, seperti pemeriksaan tekanan darah, lipid, dan gula darah secara teratur. 8. Deteksi dini penyakit jantung koroner Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang umum dan sering terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia. Orang-orang pada usia ini harus mencari perhatian medis untuk deteksi dini penyakit jantung koroner ketika mereka mengalami nyeri pengap di belakang tulang dada atau di daerah prekordial saat beraktivitas atau ketegangan mental dalam kehidupan sehari-hari. Profesor Hu Dayi, seorang spesialis kardiovaskular terkenal, pernah mengatakan bahwa ada 5 garis pertahanan terhadap penyakit jantung koroner. Yang pertama adalah mencegah timbulnya penyakit jantung koroner, untuk mencegahnya sebelum terjadi; yang kedua adalah mencegah terjadinya kejadian serius seperti serangan jantung dan stroke; yang ketiga adalah mencegah konsekuensi dari serangan jantung atau stroke, untuk mencegahnya berkembang ke arah yang lebih buruk; yang keempat adalah mencegah kekambuhan, untuk mencegah kambuhnya serangan jantung dan stroke; dan yang terakhir adalah mencegah gagal jantung; Yang terakhir adalah mencegah gagal jantung, karena serangan serangan jantung dan pembesaran jantung yang berulang-ulang pada akhirnya dapat menyebabkan gagal jantung. Pada umumnya, ini adalah garis pertahanan pertama yang paling sering diabaikan orang, dan hanya dengan melakukan garis pertahanan pertama dengan benar, maka lebih banyak orang akan memiliki jantung yang sehat.