Manifestasi klinis 1. Kecemasan kronis (kecemasan umum) (1) Gejala emosional Tanpa adanya pemicu yang jelas, pasien sering mengalami kekhawatiran yang berlebihan, ketegangan, dan ketakutan yang tidak sesuai dengan realitas situasi, dan ketegangan dan ketakutan ini sering tidak memiliki objek atau isi yang jelas. Pasien merasa bahwa dia terus-menerus mengalami kegugupan, kegelisahan, ketakutan, ketakutan dan kekhawatiran; (2) gejala vegetatif pusing, dada sesak, panik, sesak napas, mulut kering, sering buang air kecil, buang air kecil yang mendesak, berkeringat, gemetar, dan gejala somatik lainnya; (3) kegelisahan motorik gelisah, gelisah, mudah tersinggung, dan kesulitan dalam menenangkan pikiran. 2. Serangan kecemasan akut (serangan panik, gangguan panik) (1) Perasaan hampir mati atau kehilangan kendali Dalam kehidupan normal sehari-hari, pasien hampir seperti orang normal. (2) Pasien mengalami perasaan hampir mati atau kehilangan kendali. (3) Serangan biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam dan dimulai secara tiba-tiba. (4) Pasien sering menelepon nomor darurat “120” dan pergi ke bagian kardiologi darurat. Meskipun pasien tampaknya memiliki gejala yang parah, namun sebagian besar tes yang relevan normal, sehingga diagnosisnya sering kali tidak jelas. Setelah serangan, pasien masih sangat takut dan khawatir tentang kondisi mereka, dan sering berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, menjalani berbagai tes tetapi gagal untuk memastikan diagnosis. Hal ini menunda pengobatan dan menyebabkan pemborosan sumber daya medis. 3, fobia (termasuk teror sosial, teror tempat, teror spesifik) Manifestasi inti dari fobia sama dengan serangan kecemasan akut, keduanya serangan panik. Perbedaannya adalah bahwa serangan kecemasan pada fobia disebabkan oleh tempat atau situasi tertentu yang spesifik yang tidak menimbulkan kecemasan ketika pasien tidak berada di tempat atau situasi tertentu tersebut. Contohnya termasuk rasa takut terhadap situasi sosial atau interaksi manusia, atau rasa takut terhadap lingkungan tertentu: pesawat terbang, alun-alun, tempat keramaian. Timbulnya kecemasan pada fobia sering kali dapat diprediksi, dan pasien cenderung mengadopsi perilaku penghindaran untuk menghindari serangan kecemasan. 4. Dalam kriteria diagnostik AS untuk gangguan mental, gangguan kecemasan memiliki konten yang luas dan mencakup kecemasan umum, serangan kecemasan akut, fobia, gangguan stres pasca-trauma, gangguan stres akut, dan gangguan obsesif-kompulsif.