Berjalan dalam tidur, umumnya dikenal sebagai berjalan dalam tidur, terutama merupakan hasil dari aktivitas di korteks serebral manusia. Aktivitas otak terdiri dari dua proses, “eksitasi” dan “penghambatan”. Biasanya, ketika seseorang sedang tidur, sel-sel korteks serebral berada dalam keadaan terhambat. Jika ada sekelompok atau beberapa kelompok sel saraf yang menginervasi gerakan masih dalam keadaan eksitasi, maka akan terjadi gangguan tidur berjalan. Ruang lingkup tindakan gangguan tidur berjalan sering kali merupakan lingkungan yang paling dikenal oleh penderita gangguan tidur berjalan serta tindakan yang sering diulang-ulang. Narkolepsi sering menjadi bahan diskusi. Orang-orang kagum dengan fenomena tidur sambil berjalan, dan ada berbagai prasangka yang jelas terhadapnya. Kepercayaan umum adalah bahwa orang dengan somnambulisme mungkin berjalan seperti orang buta, tetapi pada kenyataannya, orang dengan somnambulisme memiliki mata yang setengah terbuka atau terbuka penuh, dan mereka berjalan dengan cara yang sama seperti yang biasanya mereka lakukan. Orang-orang juga berpikir bahwa penderita somnambulisme memiliki keberanian yang besar dan berani melakukan tindakan yang menakutkan dan menakutkan, padahal, penderita somnambulisme jarang melakukan hal yang tidak biasa, dan mereka jarang melakukan perilaku yang menyakitkan dan menyinggung ketika mereka mengalami somnambulisme. Tentu saja, orang dengan somnambulisme mungkin sesekali jatuh dan melukai diri mereka sendiri karena gangguan. Ada juga prasangka umum bahwa orang dengan Narkolepsi tidak boleh dibangunkan dengan berteriak, karena orang dengan Narkolepsi yang terbangun secara tiba-tiba akan ketakutan dan menjadi gila. Faktanya, sangat sulit untuk membangunkan seorang penderita somnambulisme, dan kalaupun ia terbangun, ia tidak akan menjadi gila, tetapi hanya akan bingung. Yang lain percaya bahwa orang yang mengalami somnambulisme sebenarnya sedang bermimpi, tetapi para psikolog telah mengamati bahwa somnambulisme cenderung terjadi selama periode non-REM ketika bermimpi jarang terjadi.