Seberapa efektifkah operasi ortognatik untuk mendengkur?

Orang yang mudah beradaptasi: Ada dua penyebab anatomis utama apnea tidur, yaitu hipertrofi dan relaksasi jaringan lunak serta penyempitan struktur tulang. Masalah jaringan lunak sebagian besar diatasi dengan pembedahan di bagian THT, dan penyempitan struktur tulang sebagian besar diatasi dengan pembedahan ortognatik di bagian bedah mulut. Pada pasien dengan rahang kecil, jalan napas rongga faring menyempit karena tulang tumbuh pada posisi yang tidak tepat, meskipun jaringan lunak dihilangkan sebanyak mungkin, jalan napas akan tetap tertutup, sehingga perlu untuk menggergaji tulang dan menariknya ke luar, dan kemudian memperbaikinya dengan paku untuk memperluas jalan napas secara artifisial. Jenis bedah ortognatik ini meliputi bedah kemajuan mandibula dan bedah bimaksilaris, di mana rahang atas dan rahang bawah diubah. Bedah ortognatik dilakukan bersamaan dengan uvulopalatofaringoplasti jika diperlukan. Hasil Perawatan: Bedah ortognatik saat ini efektif dalam mengobati apnea tidur. Risiko Bedah: Operasi ini merupakan operasi besar, dan wajah pasien akan berubah setelah operasi, seperti pelebaran wajah, rahang menjadi lebih besar, ada beberapa pasien yang mengalami gangguan sendi gigitan, mati rasa pada wajah untuk beberapa waktu setelah operasi, dan masalah lainnya. Rasa sakit dan Pemulihan: Pembedahan relatif menyakitkan. Operasi pemajuan rahang yang paling sederhana dalam bedah ortognatik sudah dianggap sebagai operasi yang relatif kecil, dan membutuhkan waktu sekitar satu bulan bagi pasien untuk pulih secara perlahan, dan waktu pemulihan untuk operasi rahang ganda bahkan lebih lama.