Menurut ilmu kedokteran tidur modern, tidur yang normal adalah proses pengendalian diri yang aktif, seperti pabrik yang sibuk di malam hari, melaksanakan berbagai tugas dalam jadwal yang ketat. Di antara mereka, beberapa “pekerjaan” mungkin tidak Anda ketahui. Insomnia jangka panjang memori yang buruk Dalam tidur, ada saat dimana orang akan bermimpi, mata akan terus berputar, seperti saat menonton adegan mimpi, waktu ini disebut tidur REM. Selama periode ini, struktur tertentu di otak akan mengintegrasikan, memproses, mengklasifikasikan, dan menyimpan pengetahuan yang dipelajari pada siang hari. Setelah diproses, informasi yang diperoleh pada siang hari akan dikonsolidasikan dan diperkuat. Oleh karena itu, seseorang yang tidur nyenyak akan merasa lebih mudah mengingat dan belajar secara efisien. Jika insomnia jangka panjang, seseorang akan merasa ingatannya buruk dan otaknya tidak baik. Sering begadang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak Pada tahap awal tidur, yaitu beberapa jam setelah tidur, orang akan memasuki tahap tidur nyenyak, ketika bagian otak akan mengeluarkan berbagai hormon, termasuk sekresi hormon pertumbuhan yang sangat aktif. Dengan bekerjanya hormon pertumbuhan, tinggi badan normal anak-anak dan remaja yang tidur nyenyak akan terjamin. Jika Anda sering begadang dan kurang tidur, maka akan mempengaruhi sekresi hormon pertumbuhan. Mudah masuk angin saat tidur Kita memiliki akal sehat bahwa manusia adalah hewan termostatik. Faktanya, pada periode tidur REM, yaitu tahap bermimpi, meskipun hanya sepuluh atau dua puluh menit, manusia dan bahkan semua mamalia kehilangan termoregulasi. Jika suhu lingkungan lebih dingin, suhu tubuh ikut turun, dan sebagian orang kedinginan, atau terbangun karena kedinginan. Tidur REM lebih sering terjadi pada paruh kedua malam, sehingga orang lebih cenderung terbangun pada paruh kedua malam. Paruh kedua malam adalah “waktu setan” Banyak penyakit, seperti penyakit serebrovaskular akut, angina, asma, sering terjadi pada paruh kedua malam, terutama pada jam-jam sebelum fajar, dan bahkan kematian sering terjadi pada waktu ini, oleh karena itu, paruh kedua malam sering disebut sebagai “waktu setan”. Waktu krisis ini paling erat kaitannya dengan tidur REM. Tidur REM terjadi sebentar-sebentar selama paruh kedua malam, dan setiap kali durasinya diperpanjang. Selama periode ini, detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan seseorang, serta aktivitas sistem saraf vegetatif, mengalami perubahan yang signifikan dan tidak teratur. Kondisi fisiologis yang tidak menentu ini dapat menjadi faktor risiko bagi orang tua, terutama yang sakit. Mengonsumsi “Valium” setelah pemalsuan tidak menghilangkan rasa lelah Banyak orang yang mengonsumsi obat tidur mengatakan bahwa mengonsumsi obat tidur akan menjadi “bodoh”, atau “tergantung” pada obat tersebut. Kesalahpahaman ini terkait dengan penyalahgunaan Valium sebelumnya. Karakteristik Valium adalah memperpanjang durasi tidur ringan, tetapi menghambat munculnya tidur nyenyak. Tidur nyenyak adalah tidur yang paling santai dan rileks. Banyak orang yang mengonsumsi Valium akan merasa bisa tertidur, tetapi tidak nyaman, dan di sinilah letak alasannya. Saat ini, obat hipnotis diperbarui lebih cepat dan sudah ada banyak obat baru yang tersedia.