Bagaimana menjaga tulang wanita

Wanita dari berbagai usia memiliki cara pemeliharaan tulang yang berbeda Dengan pertumbuhan usia yang bertahap, tubuh kita rentan terhadap fenomena keropos tulang, yang mengakibatkan osteoporosis, membahayakan kesehatan tubuh, sehingga pemeliharaan tulang sangat penting, pemeliharaan tulang tidak hanya pekerjaan rumah orang tua, tetapi juga perlu mempertahankan usia muda, jika tidak, yang lebih tua akan muncul berbagai masalah pada kehidupan! Wanita memiliki cara yang berbeda untuk mempertahankan tulang mereka pada usia yang berbeda! 30 ~ 39 Belajar mengurangi tekanan: Ketika orang berusia 30 ~ 40 tahun, metabolisme tulang berada dalam periode yang relatif stabil, dan hilangnya massa tulang lambat. Selain terus mempertahankan kebiasaan gaya hidup yang baik, Anda juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini. Belajarlah untuk mengurangi stres: Orang-orang dalam kelompok usia ini menghadapi tekanan ganda dari kehidupan dan pekerjaan, dan hormon stres seperti kortisol akan menghambat pertumbuhan tulang dan mempercepat pengeroposan tulang. Depresi memiliki efek negatif yang sama pada tulang. Oleh karena itu, mengatur stres dapat membantu melindungi kesehatan tulang. Dapatkan kalsium yang cukup selama kehamilan: Janin membutuhkan banyak kalsium dari ibu selama kehamilan. Jika seorang wanita tidak mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, ia dapat mengalami kehilangan kepadatan tulang yang signifikan di kemudian hari, yang dapat berdampak serius pada kualitas hidupnya. Waspadai risiko pengobatan: Kortikosteroid yang digunakan untuk mengobati asma, penyakit radang usus, artritis reumatoid, dan lain-lain, mengandung penghambat yang dapat merusak kesehatan tulang dengan cara mengganggu penyerapan kalsium. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya, dan tambahkan obat anti-osteoporosis. 40 ~ 49 Khawatir dengan penyakit kronis: Setelah usia 40 tahun, kualitas tulang mulai menurun secara perlahan, dan Anda harus mulai memperhatikan perubahan tubuh Anda sendiri dalam sepuluh tahun ke depan, karena beberapa penyakit kronis mungkin secara tidak sadar mengintai Anda. Bahkan jika Anda dalam keadaan sehat, Anda harus mulai menilai “risiko osteoporosis” Anda. Waspadai kelainan menstruasi: Menstruasi yang tidak teratur atau “terlewat” (setiap dua bulan sekali) mungkin merupakan tanda bahwa Anda memasuki masa perimenopause. Ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan latihan kekuatan dan memulai program perlindungan tulang dengan suplemen kalsium. Ketika menstruasi tidak teratur, kehilangan kepadatan tulang pun dimulai. Waspadai dua “pencuri tulang”: setelah usia 40 tahun, terdapat insiden hipertiroidisme yang lebih tinggi, yang mempercepat pengeroposan tulang, dan diabetes tipe 2, yang meningkatkan risiko patah tulang. Evaluasi risiko osteoporosis: Faktor-faktor risiko meliputi: pernah mengalami patah tulang pada masa dewasa, memiliki riwayat keluarga dengan osteoporosis, terlalu kurus, merokok, dan mengalami menopause dini (sebelum usia 40 tahun). Ketika Anda mengunjungi dokter Anda, beritahukanlah kepadanya mengenai kondisi-kondisi tersebut dan lakukanlah tes kepadatan tulang jika perlu. Ukur kepadatan tulang dari usia 50 hingga 59 tahun: Keropos tulang yang cepat terjadi selama dan setelah menopause pada wanita, dan pria juga mengalami penurunan massa tulang, tetapi tidak sebesar wanita. Tingkatkan asupan kalsium: Setelah usia 50 tahun, wanita harus mengonsumsi 1,2 gram kalsium per hari. Konsumsi juga suplemen 1.000 hingga 1.500 IU vitamin D. Selalu minta saran dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen. Periksa kepadatan tulang secara teratur: wanita harus memeriksa kepadatan tulangnya setiap 3 sampai 5 tahun setelah menopause. Metode standar emas untuk mengukur kepadatan tulang adalah Dual Energy X-ray Absorptiometry (DEXA), yang dapat mengukur jumlah tulang pada tulang pinggul, tulang belakang, atau bagian tubuh lainnya, dan sangat akurat serta tidak terlalu berbahaya bagi tubuh manusia. Waspadai nyeri punggung: Patah tulang belakang sangat umum terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan dapat dengan mudah terabaikan, sering kali dengan nyeri punggung yang tiba-tiba sebagai gejalanya. Cara terbaik adalah pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dalam kasus ini, karena patah tulang dapat kambuh tanpa intervensi. Anda dapat menemukan kelompok usia Anda sendiri yang sesuai, menemukan metode perawatan tulang yang cocok untuk mereka sendiri, perawatan tulang yang aktif setiap hari, untuk melindungi kesehatan tulang.