Ketika darah portal tidak mengalir dengan lancar kembali melalui hati ke vena cava inferior, hal ini menyebabkan peningkatan tekanan vena portal, yang mengakibatkan hipertensi portal. Ada banyak penyebab hipertensi portal, terutama sirosis hati dari berbagai penyebab, dengan hepatitis B dan/atau C menjadi yang paling umum di Cina. Sekitar 25% hingga 40% pasien dengan hepatitis B atau C kronis pada akhirnya mengalami sirosis parah selama perjalanan kronis, dan 30% pasien dengan sirosis pada akhirnya dapat mengalami hipertensi portal. Manifestasi klinis: Hipertensi portal berkembang secara perlahan dan manifestasi klinisnya bervariasi sesuai dengan penyebabnya, tetapi umumnya berupa splenomegali dan hipersplenisme, muntah darah dan/atau feses berwarna hitam dan asites. Menurut statistik, 30% pasien sirosis akan menderita perdarahan saluran cerna dalam waktu 2 tahun sejak ditemukannya varises. Jika tidak diobati setelah perdarahan berhenti, 70% pasien dengan perdarahan varises dapat mengalami perdarahan ulang dalam waktu 18-24 bulan, dengan risiko kematian akibat perdarahan akut sebesar 20% hingga 50%. Diagnosis: Diagnosis umumnya tidak sulit berdasarkan riwayat penyakit hati seperti hepatitis dan schistosomiasis serta tanda-tanda klinis seperti splenomegali, hipersplenisme, muntah darah atau tinja berwarna hitam, dan asites. Gambaran darah, fungsi hati, pencitraan barium barium sinar-X atau endoskopi, ultrasonografi abdomen, CT, MRI, arteriografi abdomen atau venografi hepatik langsung dapat membantu diagnosis. Ketika terjadi perdarahan akut, hal ini harus dibedakan dari penyebab perdarahan lainnya. Perawatan: Perawatan bedah hipertensi portal memerlukan penilaian menyeluruh terhadap indikasi dan toleransi pasien terhadap pembedahan, khususnya fungsi cadangan hati, derajat hipertensi portal dan status hemodinamik hati dan vena portal. Fungsi cadangan hati mencerminkan toleransi pasien terhadap prosedur ini dan umumnya dinilai menggunakan skala Child-Pugh, dengan pasien kelas A adalah yang paling dapat ditoleransi, kelas B terbaik berikutnya dan kelas C terburuk. Derajat hipertensi portal dinilai terutama dengan endoskopi dan perdarahan dari varises yang pecah juga dapat diobati dengan ligasi endoskopi atau injeksi agen sklerosis. Berbagai studi pencitraan seperti ultrasonografi, spiral CT angiografi (CTA) dan/atau Magnetic Resonance Portal Vena Angiography (MRPVG) memberikan gambaran yang memadai mengenai status hemodinamik hati dan vena porta.