Mengapa saya perlu memeriksa fungsi tiroid saya selama kehamilan? Bagaimana hipotiroidisme memengaruhi calon ibu dan janin?

Dengan konsep eugenika yang sudah mengakar kuat di benak masyarakat, banyak teman wanita yang melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin selama masa kehamilan, salah satunya adalah tes skrining fungsi tiroid saat pemeriksaan kehamilan, yang mungkin membuat banyak orang bertanya-tanya atau bahkan bingung. Apa gunanya tes ini? Penyakit tiroid dapat melibatkan banyak organ tubuh, dan pasien dengan hipotiroidisme klinis (hipotiroidisme) mengalami penurunan kesuburan. Hipotiroidisme pada ibu selama kehamilan dapat menyebabkan gangguan hipertensi pada ibu selama kehamilan, keguguran, persalinan prematur, solusio plasenta, hipoproteinemia, perdarahan pascapersalinan, dan juga beberapa komplikasi disfungsi tiroid pascapersalinan. Pada saat yang sama, hipotiroidisme dapat menyebabkan kelainan neurologis pada janin, terutama kerusakan neurologis yang tidak dapat dipulihkan dan keterbelakangan mental pada keturunannya. Penyakit tiroid pada kehamilan akan meningkatkan angka kematian ibu dan janin secara signifikan. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan skrining dini, deteksi dini dan pengenalan dini terhadap gangguan tiroid pada kehamilan. Setelah fungsi tiroid yang abnormal pada kehamilan terdeteksi, pengobatan yang tepat waktu dan terstandarisasi harus diberikan, yang secara signifikan akan mengurangi hasil yang merugikan bagi ibu dan janin. Siapa yang berisiko tinggi mengalami penyakit tiroid dalam kehamilan? Yang pertama dan paling umum adalah wanita hamil dengan penyakit tiroid sebelumnya atau riwayat penyakit tiroid, riwayat pembedahan dan riwayat keluarga dengan penyakit tiroid, yang cenderung mengalami kembali fungsi tiroid yang tidak normal setelah kehamilan ini. Kelompok kedua adalah wanita hamil yang mengalami obesitas, terutama mereka yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari 40kg/m2 dan mereka yang menderita diabetes tipe 1, yang harus menjalani pemeriksaan fungsi tiroid pada tahap awal kehamilan. Kelompok ketiga, yang cenderung kita abaikan, adalah wanita hamil dengan riwayat keguguran atau persalinan prematur, dan mereka yang hamil melalui teknologi reproduksi, harus lebih memperhatikan skrining fungsi tiroid. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan fungsi tiroid? Pemeriksaan fungsi tiroid sangat sederhana dan mudah dilakukan. Hanya ada tiga indikator dalam tes darah yang mencerminkan kesehatan kelenjar tiroid. Salah satu indikatornya adalah hormon perangsang tiroid, atau TSH seperti yang kita sebut, yang kedua adalah tiroksin bebas, dan yang ketiga adalah antibodi peroksidase tiroid, yang juga merupakan indikator yang sangat penting. Begitu kelainan terdeteksi pada ketiga indikator ini, sebagian besar pasien dapat kembali normal melalui pengobatan yang tepat waktu dan efektif, dan biaya pemeriksaan serta pengobatannya pun tidak mahal.