Pengobatan diet kolitis ulseratif

  Buku harian makanan adalah cara yang baik bagi penderita kolitis ulserativa, bukan hanya untuk membantu menunjukkan makanan yang menyebabkan masalah, tetapi juga untuk menunjukkan apakah diet pasien memberikan jumlah nutrisi yang tepat dan untuk mencatat apakah mereka alergi atau tidak toleran terhadap makanan. Jenis makanan yang cocok untuk pasien dan yang tidak cocok untuk mereka akan bervariasi secara individual.  Faktor diet adalah faktor risiko untuk pengembangan kolitis ulseratif. Asupan daging merah yang berlebihan, lemak tinggi dan protein dikaitkan dengan timbulnya dan kambuhnya penyakit, sementara suplementasi dengan probiotik, minyak ikan dan serat makanan efektif dalam kolitis ulseratif.  Penggunaan bahan pengawet yang meluas dalam makanan dan minuman yang disimpan dan disimpan, seperti hamburger, minuman pekat, sosis, bir dan anggur, meningkatkan risiko penyakit ini.  Asupan rutin makanan manis seperti minuman cola dan cokelat berbahaya bagi bisul, sementara konsumsi buah jeruk secara teratur bermanfaat.  Makanan yang kaya akan glutamin dan hemiselulosa dapat meningkatkan efek perlindungan pada usus besar dengan mengkonsumsi makanan seperti bekatul, gandum, kedelai dan sereal berserat tinggi.  Asupan serat dari sayuran dan buah berkorelasi negatif dengan UC.  Kacang-kacangan, biji rami dan minyak ikan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda efektif dalam memperbaiki kondisi bisul.  Suplemen nutrisi oral yang mengandung minyak ikan, serat larut dan antioksidan aman dan efektif.  Pasien dengan kolitis ulseratif terutama harus menghindari konsumsi makanan dingin dan pedas yang berlebihan. Harus berhati-hati untuk menghindari makan berlebihan dan gangguan pola makan.