Peradangan hati dan fibrosis yang terkait dengan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) dan steatohepatitis non-alkohol (NASH) menjadi sorotan karena jumlah orang yang kelebihan berat badan terus bertambah. Penelitian terbaru dari Oregon State University (OSU) di Amerika Serikat telah menemukan bahwa asam lemak omega-3 tertentu memiliki peran yang ampuh dalam mencegah potensi peradangan dan fibrosis hati NASH pada orang gemuk. Penelitian yang dipublikasikan secara online di Journal of Nutrition ini merupakan penelitian pertama yang secara langsung membandingkan efek dari dua asam lemak omega-3 (DHA dan EPA), yang umumnya digunakan sebagai suplemen nutrisi. Penelitian pada hewan menemukan bahwa EPA memiliki efek yang sangat kecil dalam mencegah fibrosis atau jaringan parut yang terkait dengan steatohepatitis non-alkohol (NASH), sementara DHA mengurangi protein pembentuk fibrosis hati hingga >65%. NASH adalah bentuk progresif dari penyakit hati yang berhubungan dengan peradangan kronis dan stres oksidatif akibat penyimpanan lemak berlebih di hati. Peradangan kronis pada akhirnya dapat menyebabkan fibrosis hati, sirosis, dan bahkan kanker hati. Manajemen gaya hidup, termasuk penurunan berat badan dan olahraga, adalah salah satu cara untuk mengendalikan perkembangan penyakit hati berlemak, dan cara lainnya adalah dengan pendekatan pencegahan dan terapi. Sekitar 30% hingga 40% pasien NAFLD akan berkembang menjadi NASH, yang selanjutnya akan menyebabkan sirosis dan juga menjadi faktor risiko utama kanker hati. Studi ini meneliti pencegahan penyakit hati berlemak. Sementara itu, peneliti utama Jump, seorang profesor di Sekolah Tinggi Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Pengetahuan Manusia OSU, mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan pada efek terapeutik DHA pada NASH. Para peneliti menyimpulkan, “DHA lebih efektif daripada EPA dalam memperbaiki peradangan, stres oksidatif, fibrosis, dan cedera hati. Berdasarkan hasil ini, DHA mungkin merupakan suplemen makanan yang lebih menarik daripada EPA dalam pencegahan dan pengobatan potensi NASH pada populasi obesitas.”