Kadang-kadang ketika dihadapkan dengan pertanyaan yang paling umum tetapi terkait erat dengan “makan”, sebagai seorang ahli urologi, jawaban saya harus ketat dan berbasis ilmiah. Oleh karena itu, saya telah merangkum beberapa informasi di sini, sehingga saya dapat memberikan ketenangan pikiran dan kenyamanan kepada pasien, dan berharap agar pasien akan mempercayai ilmu pengetahuan dan merangkul kesehatan.
Apa yang harus “dihindari” oleh pasien kanker ginjal dalam diet mereka?
Tembakau, alkohol, dan aflatoksin (makanan berjamur, busuk, dan tidak segar) telah terbukti menjadi faktor risiko penting untuk perkembangan kanker ginjal.
Produk acar (sayuran asin, daging asin, dll.).
produk yang diasap dan digoreng, daging olahan.
Makanan pedas, hangat, kering, dingin, berlemak, manis dan berminyak.
Tanaman yang terkontaminasi pestisida.
Orang dengan oedema parah dan tekanan darah tinggi harus makan lebih sedikit garam, membatasi asupan makanan berprotein (telur, dll.) dan minum lebih sedikit air, dll.
Bagaimana cara memperlakukan produk kesehatan dengan benar?
Anda dapat memilih, dalam jumlah sedang, makanan kesehatan yang memiliki fungsi pengaturan, tetapi bukan untuk tujuan mengobati penyakit, dan yang tidak menyebabkan kerusakan akut, subakut, atau kronis pada tubuh manusia.
Apakah mungkin untuk makan “makanan berbulu”?
Yang disebut “makanan berbulu” termasuk angsa, ayam betina, daging kambing, susu, telur, kepiting, udang, ikan, kerang-kerangan, produk kacang kedelai, rumput laut, daun bawang, toon, chervil, kerang, dan sebagainya. Daun bawang, toon, jamur, dll. Ilmu nutrisi modern telah mengkonfirmasi bahwa “makanan berbulu” mungkin terkait dengan reaksi alergi dalam tubuh, atau “alergi”, tetapi tidak ada dasar ilmiah yang cukup untuk ini.
Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya, mempertahankan sikap positif lebih penting dalam pengobatan kanker ginjal daripada makan!