Nyeri pada persendian, penyakit pada tulang rawan

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia merasa kakinya lemah saat berjalan naik dan turun tangga, disertai nyeri lutut, terutama dalam posisi setengah jongkok, yang mungkin disebabkan oleh osteoartritis. Sampai batas tertentu, meskipun osteoartritis terasa nyeri pada persendian, akar masalahnya terletak pada tulang rawan. Sendi lutut yang normal memiliki lapisan tipis tulang rawan, yang berfungsi sebagai “pelumas” di antara tulang-tulang, dan tanpa perlindungannya, tulang-tulang akan bergesekan dengan tulang saat berjalan. Dalam jangka panjang, taji tulang dapat tumbuh di sendi lutut dan bahkan menjadi cacat. Tulang rawan adalah zat padat seperti agar-agar yang tidak hanya lebih kuat tetapi juga lebih fleksibel daripada tulang. Sebagai orang dewasa, kita memiliki tulang rawan pada permukaan artikular tulang, cakram intervertebralis, daun telinga, tulang rawan iga, dan bahkan trakea, yang memainkan peran penting dalam tubuh dalam menahan beban dan mengurangi gesekan antar tulang pada persendian. Selain osteoartritis, artritis reumatoid, herniasi diskus lumbal, kerusakan meniskus, artritis reumatoid, dan penyakit sendi lainnya, meskipun etiologinya berbeda, sebagian besar dari mereka adalah “nyeri pada persendian, penyakit pada tulang rawan”, dan dapat dilihat melalui sinar-X atau MRI, seperti keausan tulang rawan pada persendian. Sayangnya, setelah rusak, tulang rawan memiliki sedikit kemampuan untuk beregenerasi, karena tidak memiliki pembuluh darah dan bergantung pada cairan sendi di sekitarnya untuk mendapatkan nutrisi. Setelah usia 30 tahun, kemampuan tulang rawan untuk memanjang dan memulihkan diri ke kondisi semula mulai berkurang, dan berkurangnya cairan sendi mengeringkan tulang rawan. Biasanya, beberapa tulang rawan dapat memperbaiki dirinya sendiri sampai batas tertentu, tetapi meskipun demikian, tulang rawan tersebut tidak sekuat tulang rawan normal dan dapat dengan mudah rusak kembali. Jika kerusakan berlanjut ke tingkat yang lebih serius, maka diperlukan penggantian sendi. Oleh karena itu, penting untuk merawat tulang rawan dalam hidup kita. Olahraga ringan “menyehatkan” tulang rawan. Ketika sendi bergerak, tulang rawan akan menekan dan mengendur satu sama lain, sehingga tulang rawan dapat bertindak seperti spons, menyerap nutrisi dan mengeluarkan limbah. Namun, olahraga yang tidak tepat atau berlebihan dapat membebani sendi. Olahraga yang terbaik adalah berenang, tetapi juga olahraga yang tidak menahan beban atau yang tidak terlalu membebani sendi, seperti jalan cepat dan bersepeda. Hindari menahan beban untuk mengurangi stres. Hindari aktivitas yang melibatkan fleksi dan ekstensi sendi lutut yang berulang-ulang dengan menahan beban, seperti memanjat, menaiki tangga, dan jongkok. Jika Anda mengalami nyeri atau bengkak pada lutut, penting untuk beristirahat yang cukup dan menghindari olahraga berat dan jongkok dalam waktu lama. Makan lebih banyak sayuran silangan. Makanlah makanan yang kaya akan sayuran silangan seperti kubis, brokoli, dan lobak, yang kaya akan sulfida organik yang memperkuat ligamen dan meningkatkan sekresi lendir pelumas sendi. Selain itu, kurangi makanan berlemak dan bergula serta kendalikan berat badan Anda untuk mengurangi tekanan pada sendi lutut.