Glioblastoma adalah tumor astrositik yang paling ganas dan merupakan tumor WHO grade IV. Mereka bersifat subkortikal, infiltratif dan sering menyerang beberapa lobus dan struktur yang lebih dalam, dan dapat menyebar ke belahan bumi yang berlawanan melalui corpus callosum. Glioblastoma bisa bersifat primer di parenkim otak atau sekunder. Mayoritas glioblastoma sekunder timbul dari transformasi ganas lebih lanjut dari astrositoma mesenkim, sementara beberapa mungkin timbul dari glioma campuran, oligodendroglioma atau meningioma ventrikel. Situs prevalen: Lobus frontal adalah situs yang paling umum, diikuti oleh lobus temporal, lobus parietal dan, pada tingkat yang lebih rendah, lobus oksipital, thalamus dan ganglia basal. Manifestasi klinis: sakit kepala, perubahan mental, kelemahan anggota tubuh, muntah, gangguan kesadaran, gangguan bicara. Tumor adalah lesi densitas campuran dengan batas yang tidak jelas, di mana sebagian besar terdapat densitas yang tinggi akibat perdarahan intra-tumor, tetapi kurang kalsifikasi. Ventrikel sering dikompresi, cacat atau tertutup, dan struktur garis tengah sering bergeser ke sisi yang berlawanan. Pada peningkatan, 95% tumor menunjukkan peningkatan yang heterogen. 2. MRI: Tumor adalah hyposignal pada gambar T1-weighted dan sinyal tinggi, bayangan tumor yang kurang jelas pada gambar T2W, yang tidak mudah dibedakan dari jaringan otak yang berdekatan. Korpus kalosum sering terlibat. Peningkatan kontras tumor yang menonjol setelah injeksi Gd-DTPA, memungkinkan demarkasi tumor yang jelas dari struktur yang berdekatan. Pengobatan: Pembedahan, radioterapi, kemoterapi dan perawatan kombinasi lainnya adalah andalan utama. Pembedahan harus dilakukan untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin tanpa memperburuk defisit neurologis. Memperluas jangkauan pengangkatan tumor dapat secara efektif mendekompresi tumor secara internal dan mengurangi kejadian komplikasi neurologis dengan mengurangi oedema serebral pasca operasi.