Diet untuk insufisiensi ginjal kronis: 1. Diet rendah garam Jika Anda memiliki hipertensi, pembengkakan dan fungsi jantung yang buruk, disarankan untuk membatasi asupan garam hingga 2-3 gram per hari (atau 10-15 ml kecap). Hindari makanan yang mengandung ion natrium, seperti sayuran asin, telur asin, daging yang diawetkan, makanan laut, roti asin, mi gantung, dll. Garam rendah natrium dapat dikonsumsi. Ini terutama cocok untuk pasien dengan penyakit ginjal, hipertensi, gagal jantung dan edema. 2 . Diet protein berkualitas tinggi Diet yang didasarkan pada konsumsi protein bernilai gizi tinggi (protein berkualitas tinggi), dengan lebih dari 50% protein berkualitas tinggi. Ini terutama cocok untuk pasien ginjal dengan fungsi ginjal normal. Nilai gizi protein dalam makanan bergantung pada kandungan dan proporsi relatif asam amino esensial yang bernutrisi di dalamnya. Menurut nilai gizinya, protein dapat dibagi menjadi: (1) Protein bernilai gizi tinggi Sebagian besar protein hewani seperti ikan, daging tanpa lemak, ayam, telur, produk susu, protein hewani mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap, mudah digunakan oleh tubuh, protein kedelai merupakan nilai gizi tertinggi dari protein nabati; (2) Protein bernilai gizi rendah Protein nabati jagung, gandum, beras dalam lipatan telur, nutrisi penting Kandungan dan proporsi asam amino sangat berbeda dengan protein manusia, dan tubuh manusia memiliki tingkat pemanfaatan yang rendah. 3) Diet rendah protein berkualitas tinggi Protein harian dalam makanan tidak boleh melebihi 30-40 gram (untuk orang dewasa), di mana protein berkualitas tinggi harus mencapai lebih dari 50%. Hal ini terutama berlaku untuk pasien dengan berbagai penyakit ginjal kronis. 4 . Diet rendah lemak Kurangi minyak hewani, minyak goreng terutama minyak nabati, batasi makanan yang mengandung kolesterol, seperti kuning telur, jeroan hewan, makanan laut, dll. Terutama untuk pasien dengan hiperlipidemia, penyakit ginjal kronis, hipertensi, penyakit jantung koroner, obesitas, dll. 5, diet rendah fosfor Kurangi jeroan hewan, makanan laut, produk susu, daging, dan kacang-kacangan. Terutama untuk pasien gagal ginjal dan hiperfosfatemia. 6 . Diet rendah purin Batasi konsumsi makanan yang mengandung purin, seperti jeroan hewan, sarden, otak, kuah, sup hotpot, dan bir. Hal ini terutama berlaku untuk pasien dengan asam urat dan hiperurisemia. Jika, setelah dilakukan pemeriksaan nitrogen urea darah, kreatinin darah, laju klirens kreatinin endogen, renogram, atau USG, diketahui bahwa gangguan ginjal pasien belum parah, maka tidak perlu membatasi protein secara ketat dalam makanan. Protein yang sesuai adalah sekitar 1 gram per kilogram berat badan per hari, dan perhatian harus diberikan pada pemilihan makanan yang kaya akan protein berkualitas tinggi, seperti susu, telur, dan daging tanpa lemak. Kalori harus dijaga sekitar 2.000 kkal per hari. Buah dan sayuran segar juga dapat dimakan untuk memberikan berbagai vitamin, terutama vitamin C. Tomat, mentimun, lobak, sayuran berdaun hijau, kurma segar, semangka, jeruk, kiwi, dan jus buah alami, semuanya kaya akan vitamin dan mineral, dan dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan. Namun, pasien dengan insufisiensi ginjal kronis harus menyadari bahwa ketika makan buah, penting untuk menghindari buah dengan kandungan kalium yang tinggi, seperti jeruk dan pisang. Jumlah garam harus diputuskan sesuai dengan kondisi pasien. Jika pembengkakan dan hipertensi pasien tidak serius, ia dapat makan makanan dengan sedikit garam. Jika gangguan ginjal pasien semakin parah, asupan protein dan mineral seperti natrium, kalium dan fosfor dalam makanan harus dibatasi secara ketat dan dimakan sesuai dengan resep gagal ginjal kronis.