Pemberian makan dari 6 bulan hingga 2 tahun

Disarankan 1. Lanjutkan pemberian ASI dan tambahkan makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan. 2. Mulailah dengan makanan bubur yang kaya zat besi dan secara bertahap tambahkan berbagai jenis makanan. 3. Dorong pemberian makanan yang sesuai, dorong tetapi tidak memaksa makan. 4. Tidak ada bumbu yang ditambahkan ke dalam makanan pendamping ASI, dan asupan gula dan garam diminimalkan. 5. Perhatikan kebersihan makanan dan keamanan makanan. 6. Memantau indikator fisik secara teratur untuk pertumbuhan yang sehat. 1. Lanjutkan pemberian ASI dan tambahkan makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan Abstrak ASI masih dapat memberikan sebagian energi, protein berkualitas tinggi, kalsium, dan nutrisi penting lainnya kepada bayi dan anak kecil, serta berbagai faktor perlindungan kekebalan tubuh setelah usia 6 bulan (180 hari kehidupan). Melanjutkan pemberian ASI juga masih membantu meningkatkan hubungan yang intim antara ibu dan anak, serta mendorong tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, bayi dan anak kecil berusia antara 7 dan 24 bulan harus terus disusui. Ketika menyusui tidak memungkinkan atau tidak mencukupi, susu formula diperlukan untuk melengkapi ASI. Ketika bayi mencapai usia 6 bulan, saluran pencernaan dan organ pencernaan lainnya relatif berkembang dengan baik, dan dapat mencerna berbagai makanan selain ASI. Pada saat yang sama, fungsi motorik mulut, indera perasa, penciuman dan peraba, serta kemampuan psikologis, kognitif dan perilaku bayi sudah siap untuk menerima makanan baru. Mulai menambahkan makanan pendamping ASI pada saat ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga memenuhi kebutuhan psikologis mereka dan mendorong perkembangan kemampuan sensorik, psikologis, kognitif, dan perilakunya. 1. Setelah usia 6 bulan, bayi harus terus menyusu dan secara bertahap diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan. 2. Makanan pendamping ASI adalah makanan dengan berbagai khasiat selain ASI dan/atau susu formula. 3. Bila ada kebutuhan khusus, waktu penambahan makanan pendamping ASI harus disesuaikan dengan bimbingan dokter. 4. Bayi dan anak kecil yang tidak dapat disusui atau yang ASI-nya tidak mencukupi harus memilih susu formula sebagai pelengkap ASI. 2. Mulailah dengan makanan bubur yang kaya zat besi, secara bertahap tambahkan untuk mencapai berbagai macam makanan Ringkasan Bayi usia 7 hingga 12 bulan membutuhkan sekitar 1/3 hingga 1/2 energi dari makanan pendamping ASI, usia 13 hingga 24 bulan sekitar 1/2 hingga 2/3 energi dari makanan pendamping ASI, dan bayi serta anak kecil dari makanan pendamping ASI, zat besi lebih banyak hingga 99%. Oleh karena itu, makanan pendamping ASI pertama untuk bayi haruslah makanan berenergi tinggi yang kaya zat besi, seperti tepung beras bayi yang diperkaya zat besi dan daging cincang. Atas dasar ini, jenis makanan lain secara bertahap diperkenalkan untuk memberikan nutrisi yang berbeda. Prinsip pemberian makanan pendamping ASI: Tambahkan hanya satu jenis makanan baru dalam satu waktu, dari yang kecil ke yang besar, dari yang encer ke yang kental, dari yang halus ke yang kasar, secara bertahap. Mulailah dengan makanan bubur yang kaya zat besi, seperti tepung beras bayi yang diperkaya zat besi dan daging cincang, dll. Secara bertahap tingkatkan variasi makanan, dan secara bertahap beralih ke makanan semi-padat atau padat, seperti mie basi, daging cincang, sayuran cincang, dan buah-buahan potong dadu. Setiap makanan baru harus diadaptasi selama 2-3 hari, amati dengan seksama apakah ada reaksi yang merugikan seperti muntah, diare, ruam, dll, dan tambahkan makanan baru lainnya setelah beradaptasi dengan satu makanan. [Rekomendasi utama] 1. Tingkatkan jumlah makanan pendamping ASI secara bertahap seiring dengan berkurangnya jumlah ASI. 2. Pertama-tama, tambahkan makanan bubur yang diperkaya zat besi seperti tepung beras bayi yang diperkaya zat besi dan daging cincang. 3. Perkenalkan hanya satu makanan baru pada satu waktu untuk mendiversifikasi makanan secara bertahap. 4. Mulailah dengan makanan yang dihaluskan dan secara bertahap beralih ke makanan padat. 5. Minyak sayur harus ditambahkan ke dalam makanan pendamping ASI secukupnya. 3. Promosikan pemberian makan yang sesuai, dorong tetapi tidak memaksa untuk makan. Seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita, orang tua dan pemberi makanan harus memberi makan bayi dan balita sesuai dengan perubahan kebutuhan nutrisi, persepsi sensorik, dan perkembangan kemampuan kognitif, perilaku dan motorik mereka, dan membantu bayi dan balita secara bertahap mencapai pola makan yang teratur sesuai dengan pola makan keluarga mereka, belajar untuk makan sendiri, dan mengikuti etika makan yang diperlukan. Orang tua dan pemberi makan memiliki tanggung jawab untuk menyediakan berbagai jenis makanan yang sesuai dengan tingkat perkembangan bayi dan balita, serta merasakan dan merespons dengan tepat sinyal lapar atau kenyang yang dikirim oleh bayi dan balita selama proses pemberian makanan. Mereka harus menghormati pilihan makanan bayi dan dengan sabar mendorong dan membantu bayi untuk makan, tetapi jangan pernah memaksa memberi makan. Orang tua dan pemberi makan juga bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan makan yang baik bagi bayi dan balita, menjaga lingkungan makan tetap tenang dan menyenangkan, serta menghindari TV dan mainan yang dapat mengganggu perhatian bayi dan balita. Kendalikan durasi setiap kali makan tidak lebih dari 20 menit. Orang tua dan pemberi makan juga harus menjadi teladan yang baik bagi bayi dan balita. [Rekomendasi Utama] 1. Berikan makan dengan sabar dan doronglah untuk makan, tetapi jangan pernah memaksa. 2. Dorong dan bantu bayi dan balita untuk makan sendiri dan tumbuhkan minat untuk makan. 3. Jangan menonton TV atau bermain dengan mainan saat makan, dan jangan makan lebih dari 20 menit setiap kali makan. 4. Pemberi makan harus memiliki komunikasi yang cukup dengan bayi atau balita selama makan dan tidak menggunakan makanan sebagai hadiah atau hukuman. 5. Orang tua harus mempertahankan kebiasaan makan yang baik dan menjadi panutan bagi bayi dan balita. 4. Makanan tambahan harus bebas dari bumbu, dan asupan gula dan garam harus dikurangi sebanyak mungkin. Makanan tambahan harus dipertahankan dalam rasa aslinya, tanpa menambahkan garam, gula, dan bumbu yang merangsang, dan harus memiliki rasa yang ringan. Makanan dengan rasa ringan baik untuk meningkatkan penerimaan bayi terhadap rasa makanan alami yang berbeda dan mengurangi risiko keberpihakan dan pilih-pilih makanan. Makanan dengan rasa ringan juga dapat mengurangi asupan garam dan gula pada bayi dan anak-anak, serta menurunkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular pada masa kanak-kanak dan dewasa. Menekankan bahwa tidak ada tambahan garam, gula, dan bumbu-bumbu yang keras yang boleh ditambahkan ke dalam makanan pendamping ASI untuk bayi dan anak kecil juga berfungsi untuk mengingatkan orang tua untuk mempertahankan rasa yang ringan saat menyiapkan makanan untuk keluarga, yaitu untuk memenuhi kebutuhan bayi dan anak kecil, dan untuk melindungi kesehatan seluruh keluarga. [Rekomendasi Utama] 1. Makanan tambahan untuk bayi dan anak kecil harus disiapkan secara terpisah. 2. Pertahankan rasa asli makanan tanpa menambahkan gula, garam, dan berbagai bumbu. 3. Secara bertahap cobalah makanan keluarga dengan rasa yang lebih ringan setelah anak berusia 1 tahun. 5. Perhatikan kebersihan makanan dan keamanan makan. Pilihlah bahan makanan yang segar, berkualitas tinggi, tidak tercemar, dan air bersih untuk membuat MPASI. Cuci tangan sebelum membuat makanan pendamping ASI. Peralatan makan dan tempat untuk membuat MPASI harus dijaga kebersihannya. Makanan pendamping ASI harus dimasak hingga matang. Makanan pendamping ASI yang sudah disiapkan harus segera dikonsumsi atau disimpan dengan benar. Cuci tangan sebelum makan dan jaga agar peralatan makan dan lingkungan makan tetap bersih dan aman. Bayi dan anak kecil harus selalu diawasi oleh orang dewasa saat makan untuk mencegah kecelakaan makan. Makanan seperti kacang utuh, kacang-kacangan, dan agar-agar tidak cocok untuk bayi dan anak kecil. [Rekomendasi Utama] 1. Pilihlah bahan makanan yang aman, berkualitas tinggi, dan segar. 2. Selalu jaga kebersihan dan higienis dalam proses persiapan, serta pisahkan makanan mentah dan matang. 3. Jangan makan makanan sisa, dan simpan serta buanglah makanan sisa dengan benar. 4. Cuci tangan sebelum makan, minta pengawasan orang dewasa saat makan, dan perhatikan keamanan lingkungan makan. 6. Memantau indikator fisik secara teratur untuk pertumbuhan yang sehat. Pertumbuhan yang sedang dan stabil adalah pola pertumbuhan terbaik. Pemantauan dan penilaian indikator pertumbuhan fisik bayi dan anak usia 7-24 bulan secara teratur setiap 3 bulan sekali dapat membantu menilai status gizi mereka, dan penyesuaian nutrisi dan pemberian makan yang tepat waktu dapat dilakukan sesuai dengan perubahan indikator pertumbuhan fisik. Untuk pertumbuhan yang buruk, kelebihan berat badan dan obesitas, serta bayi dan anak kecil selama penyakit akut dan kronis harus dipantau lebih sering. Berat dan panjang merupakan indikator visual status gizi bayi dan anak. 2. Ukurlah panjang, berat badan, lingkar kepala, dan indikator pertumbuhan fisik lainnya secara teratur setiap 3 bulan sekali. 3. Pertumbuhan yang lancar adalah pola pertumbuhan yang terbaik.