Peran penggunaan penyangga kaki pada pasien osteoporosis dengan nyeri kaki, ketidakstabilan keseimbangan dan masalah mobilitas: uji klinis secara acak TUJUAN: Untuk mengevaluasi peran sol kaki untuk mempertahankan lengkung medial dan lengkung melintang kaki depan pada pasien osteoporosis dengan nyeri kaki, ketidakstabilan keseimbangan dan masalah mobilitas. METODE: Ini adalah uji klinis terkontrol secara acak terhadap 94 wanita lanjut usia dengan osteoporosis berusia> 60 tahun, di klinik reumatologi di Campinas State University Sebelum perawatan dan 4 minggu setelah perawatan, dinilai menggunakan Timed Up and Go Test (TUG), Manchester’s Foot Pain and Disorders Index (MFPDI) dan Skala Nyeri Numerik (Numerical Pain Scale (NPS)). Uji chi-square, uji signifikansi Fisher dan uji Mann-Whitney digunakan untuk membandingkan kedua kelompok. Uji perbandingan berganda Tukey dan uji kurva kontras yang diikuti dengan tindakan berulang ANOVA digunakan sebagai ukuran busur longitudinal untuk perbandingan. Untuk analisis hubungan variabel numerik, koefisien korelasi Spearman digunakan. HASIL: Hanya kelompok perlakuan yang menunjukkan peningkatan keseimbangan (BBS dan TUG), nyeri kaki (NPS) dan gangguan mobilitas (MFPDI) (p <0,001). Sol ortotik dapat digunakan sebagai tindakan tambahan untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh pada orang dewasa paruh baya dan lanjut usia.