Ankylosing spondylitis (AS) adalah penyakit inflamasi progresif kronis yang terutama menyerang tulang belakang dan dapat melibatkan sendi sakroiliaka dan perifer dengan derajat yang berbeda-beda. Selain memperbaiki gejala melalui pengobatan, perawatan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari juga dapat memperbaiki kondisi dan memperlambat perkembangannya. Diet: Makanlah makanan yang kaya kalsium dan vitamin D: Kalsium membantu memperkuat tulang dan mengurangi dampak peradangan pada tulang, jadi konsumsilah lebih banyak produk susu dan produk kacang kedelai; vitamin D membantu menyerap kalsium dan banyak terdapat dalam makanan seperti ikan laut, hati hewan dan kacang-kacangan, tetapi cara terbaik untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan mendapatkan paparan sinar matahari yang tepat. Kurangi asupan karbohidrat dalam jumlah sedang: Eksperimen oleh ilmuwan asing menemukan bahwa pada pasien dengan tulang belakang yang kuat, kelompok eksperimen dengan diet rendah pati dan tinggi protein umumnya memiliki peradangan yang lebih sedikit daripada kelompok kontrol dengan diet biasa. Selain itu, kekurangan energi bisa ditambah dengan memperbanyak daging dan ikan. Makan lebih banyak sayuran dan buah segar: Antioksidan alami yang terkandung dalam buah dan sayuran segar membantu meredakan nyeri sendi yang disebabkan oleh peradangan dan mengurangi respons peradangan, dan tentu saja jus buah dan sayuran segar dapat dikonsumsi. Jahe kering dan bawang putih dapat mengurangi respon inflamasi pada orang yang memiliki duri yang kuat, mengurangi rasa sakit dan bengkak. Madu dan makanan yang kaya akan asam lemak tak jenuh juga baik untuk meredakan sendi yang kaku dan nyeri. Latihan Peregangan latihan resistensi. Latihan pernapasan Pasien memaksimalkan latihan pernapasan dalam dan juga melakukan latihan ekspansi dada untuk meningkatkan rentang gerak dada dan meningkatkan gerakan diafragma. Latihan aerobik Latihan aerobik secara teratur menggerakkan beberapa sendi dan menggerakkan dada pada saat yang bersamaan. Tidak merokok Merokok dapat memperparah gejala dyspnoea ketika penyakit telah berkembang ke tahap tertentu.