Tes amniosentesis biasanya tidak akan menusuk janin. 1. Perlindungan cairan ketuban: Wanita hamil menjalani amniosentesis, biasanya sekitar usia kehamilan 18 minggu, ketika jumlah cairan ketuban di rongga rahim telah berkembang biak hingga tingkat tertentu, dan cairan ketuban lebih banyak, sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi janin. 2. Pemantauan ultrasonografi: Ketika seorang wanita hamil menerima pemeriksaan amniosentesis, biasanya dilakukan di bawah pemantauan ultrasonografi, yang dapat secara langsung mengamati aktivitas janin, dan kemudian memilih tempat di mana cairan ketuban lebih berlimpah, yang dapat menghindari munculnya anggota badan janin untuk mengekstraksi cairan ketuban. Jika janin dalam keadaan aktif, jarum tusuk dapat dicabut kapan saja untuk menghindari bahaya pada janin. Selain itu, amniosentesis adalah tes invasif, sehingga wanita hamil disarankan untuk memilih rumah sakit biasa.