Bagaimana cara merawat pasien pendarahan otak? Pendarahan otak adalah penyakit yang umum terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, dan sangat berbahaya bagi pasien, dan menyelamatkan pasien dengan pendarahan otak dapat mengancam nyawa jika tidak dilakukan dengan benar. Bagaimana cara menyelamatkan pasien pendarahan otak Pertama-tama, anggota keluarga tidak boleh panik, mereka dapat membiarkan pasien berbaring, menjaga ruangan tetap tenang dan tidak sering memindahkan pasien. Jika pasien tidak sadarkan diri, perhatikan agar jalan napas tetap terbuka, seperti membuka kerah baju, melonggarkan ikat pinggang, melepas gigi palsu, mengeluarkan muntahan dan cairan di mulut; tidak disarankan untuk memberi makan pasien dengan air atau obat untuk menghindari tersedak dan batuk atau menghirup benda asing. Kedua, disarankan untuk mempersiapkan pasien sebelum dipindahkan ke rumah sakit. Yang terbaik adalah meminta dokter di posko kesehatan atau klinik untuk mengukur tekanan darah dan mengamati pupil mata, detak jantung, pernapasan, dan denyut nadi; jika kondisinya kritis, perawatan yang tepat harus diberikan sebelum dipindahkan. Ketiga, saat memindahkan pasien, sebaiknya tiga orang bekerja sama, satu orang memegang kepala dan bahu pasien, satu orang lagi mengangkat pinggang dan pinggul, dan yang ketiga mengangkat tungkai bawah dan membawa pasien ke tandu. Pemindahan harus dilakukan dalam posisi horizontal, yaitu menjaga kepala dan batang tubuh dalam bentuk zig-zag setiap saat. Jika tidak, karena perubahan posisi dan efek gravitasi, darah cenderung mengalir melalui jaringan otak dan dapat menimbulkan masalah jika darah tersebut menyerang struktur vital yang penting bagi kehidupan. Sebagai contoh, perdarahan serebelar dapat masuk ke dalam volume yang lebih kecil dari ventrikel keempat, di mana darah dapat dengan mudah menekan batang otak dan menyebabkan kematian mendadak. Ketika memindahkan pasien, sangat penting untuk tidak mengangkat kepala tinggi-tinggi, karena hal ini dapat menyebabkan darah mengalir secara gravitasi, yang selanjutnya menekan jaringan otak dan menyebabkan herniasi otak yang mengancam jiwa (yaitu, jaringan otak yang menonjol ke dalam celah atau lubang otak dan menjadi sangat terkompresi dan rusak). Saat pemindahan, yang terbaik adalah meminta layanan gawat darurat untuk mengirimkan ambulans untuk mengangkut pasien sehingga ia dapat berbaring di atas kendaraan dan ditangani oleh dokter yang menemaninya. Jika ambulans tidak tersedia, sebuah flatbed atau sepeda roda tiga dapat digunakan untuk mengangkut pasien, tetapi perhatian khusus harus diberikan untuk melindungi kepala pasien dari goncangan dan getaran yang hebat di sepanjang jalan. Jika pasien tidak sadar dan muntah, disarankan untuk memalingkan kepala ke satu sisi untuk memudahkan aliran muntahan dari mulut agar tidak menyumbat jalan napas dan menyebabkan asfiksia. Bagi mereka yang mengalami kesulitan bernapas, disarankan untuk menggunakan kantong oksigen untuk menghirup oksigen. Penting juga untuk menjaga tubuh tetap hangat selama bulan-bulan musim dingin di jalan. Jika pasien masih sadar, disarankan bagi anggota keluarga untuk menemani pasien dan mencoba mengurangi tekanan mental dan psikologis. Tak perlu dikatakan lagi bahwa stres yang berlebihan bisa sangat merugikan kondisi ini. Terakhir, perlu dicatat bahwa pemindahan pasien dengan pendarahan otak jarak jauh tidak dianjurkan, sebuah pelajaran yang dapat dipetik dari darah dan nyawa banyak orang. Pendarahan otak adalah kondisi yang mendesak dan harus ditangani dengan cepat; selain itu, pendarahan otak adalah penyakit yang umum dan sering terjadi, dan unit medis pada umumnya memiliki pengalaman yang kaya dan kondisi yang baik dalam menyelamatkan penyakit tersebut.