1, bimbingan psikologis: menjaga suasana hati yang stabil, hindari kegembiraan emosional, atasi kegelisahan, ketakutan, kemarahan, kekhawatiran, dan emosi buruk lainnya, untuk memfasilitasi pemulihan penyakit. 2, diet: makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, jangan minum kopi atau teh kental, dan hindari makanan pedas dan merangsang. 3, hidup harus teratur, untuk mengembangkan kebiasaan buang air besar secara teratur, bisa makan pisang, madu, lebih banyak air, memperkuat belokan sedang, memijat perut, untuk mengurangi terjadinya sembelit. Pasien yang belum buang air besar selama beberapa hari atau buang air besar tidak lancar, dapat menggunakan alat pencahar yang lambat untuk mendorong buang air besar. Jangan menggunakan kekuatan untuk menahan napas untuk mencegah pendarahan otak lagi. 4 . Hindari pekerjaan fisik yang berat, patuhi senam perawatan kesehatan, taijiquan, jalan kaki dan olahraga yang sesuai, perhatikan kombinasi kerja dan istirahat. 5. Lakukan pelatihan rehabilitasi: Proses pelatihan rehabilitasi itu sulit dan panjang, dokter rehabilitasi akan mengajari pasien dan anggota keluarga teknik rehabilitasi dasar saat berada di rumah sakit, dan mendorong pasien untuk percaya diri, maju selangkah demi selangkah, dan gigih. 6. Tindak lanjut rawat jalan secara teratur setelah pasien pulang, pemantauan tekanan darah dan lipid darah, serta pengobatan aterosklerosis dan hiperlipidemia secara tepat waktu. 7. Hipertensi adalah penyebab umum penyakit ini. Penting untuk mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur dan tidak menambah atau mengurangi dosis sesuka hati untuk mencegah naik turunnya tekanan darah secara tiba-tiba, yang dapat memperparah penyakit. 8. Jika terjadi kelainan, seperti pusing, ketidaknyamanan pada anggota tubuh, atau sulit berbicara, segera pergi ke rumah sakit.