Kepompong jangkrik adalah makanan berprotein tinggi, tetapi konsumsi berlebihan tidak disarankan dan tergantung pada individu. Kepompong jangkrik kaya akan nutrisi, termasuk 8 asam amino esensial serta lemak, vitamin dan mineral, menjadikannya tonik yang baik untuk membantu meningkatkan kadar sel darah putih, memperlambat proses penuaan tubuh, menurunkan kolesterol, dan mengurangi lemak darah. Meskipun memiliki nilai gizi yang tinggi, kepompong jangkrik tidak cocok untuk dikonsumsi dalam satu waktu, karena konsumsi yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Secara umum, mereka tidak boleh dimakan tanpa diolah, dan juga tidak boleh dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Mereka dapat digoreng atau direbus dalam bubur atau sup sayuran, 3-5 per hari. Beberapa pasien mungkin mengalami gejala alergi setelah makan kepompong jangkrik, seperti mual, muntah, bintik-bintik kecil di tubuh dan gatal-gatal, dan sebaiknya tidak dikonsumsi. Kepompong jangkrik mengandung bahan-bahan yang kompleks dan perlu ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kondisi beracun. Selain itu, jika pasien mengalami gejala terkait alergi setelah mengonsumsi, disarankan untuk segera melakukan perawatan darurat di rumah sakit.