Apa saja sifat-sifat serat makanan?

  I. Definisi Karena komponen-komponen serat makanan sangat kompleks dan metode pengujian yang digunakan belum terstandardisasi, definisi yang tepat dari serat makanan belum ditetapkan, dan secara luas didefinisikan sebagai berikut.  Serat makanan terutama polisakarida yang tidak dapat digunakan oleh tubuh manusia, yaitu polisakarida yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan dalam saluran pencernaan manusia dan tidak diserap dan digunakan oleh tubuh. Polisakarida ini terutama merupakan karbohidrat kompleks dari dinding sel tanaman dan bisa juga disebut polisakarida non-pati, yaitu polisakarida yang bukan alfa-glukan.  Dalam beberapa tahun terakhir, telah disarankan bahwa oligosakarida yang tidak tersedia atau oligosakarida resisten juga termasuk dalam komposisi serat makanan. Mereka juga termasuk dalam komposisi serat makanan.  Sebelum tahun 1970, istilah “serat makanan” tidak digunakan dalam nutrisi, tetapi hanya “serat kasar”. Serat kasar dianggap sebagai komponen non-nutrisi yang tidak memiliki efek nutrisi pada tubuh. Para ahli gizi menganggap bahwa mengonsumsi terlalu banyak serat kasar akan memengaruhi penyerapan nutrisi, terutama mikronutrien, dari makanan. Namun demikian, selama 20 tahun terakhir, penelitian dan studi telah mengungkapkan dan mengakui bahwa “non-nutrisi” ini berkaitan erat dengan kesehatan manusia dan memainkan peran penting dalam pencegahan penyakit tertentu dalam tubuh manusia, dan bahwa konsep “serat kasar” tidak lagi berlaku. Istilah “serat kasar” telah diganti dengan “serat makanan”.  Serat makanan adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh dan dapat dibagi menjadi dua jenis dasar berdasarkan kelarutannya dalam air: serat yang larut dalam air dan serat yang tidak larut dalam air. Selulosa, hemiselulosa dan lignin adalah tiga jenis serat tidak larut yang umum ditemukan pada dinding sel tanaman, sedangkan pektin dan gum adalah serat larut air yang ditemukan dalam bahan non-berserat di alam.  Makanan umum seperti jelai, kacang-kacangan, wortel, jeruk, rami, gandum, dan dedak gandum, semuanya kaya akan serat larut. Serat larut memperlambat pencernaan dan memungkinkan ekskresi kolesterol tercepat, sehingga gula darah dan kolesterol dapat dijaga pada tingkat yang optimal, dan dapat membantu menurunkan insulin dan trigliserida pada penderita diabetes. Serat yang tidak larut termasuk selulosa, lignin dan beberapa semi-serat serta dedak gandum, dedak jagung, seledri, kulit buah dan sayuran akar dari makanan.  Ketiga, karakteristik utama 1, penyerapan air. Serat makanan memiliki kemampuan yang kuat untuk menyerap air atau untuk bergabung dengan air. Efek ini dapat membuat volume tinja dalam usus meningkat, mempercepat kecepatan transitnya, mengurangi waktu zat berbahaya yang bersentuhan dengan dinding usus.  2.Efek lengket. Sebagian serat makanan memiliki viskositas yang kuat dan dapat membentuk larutan jenis lendir, termasuk pektin, gum, polisakarida rumput laut, dll.  3, mengikat peran senyawa organik. Serat makanan memiliki peran mengikat asam empedu dan kolesterol.  4, peran pertukaran kation. Perannya terkait dengan gugus karboksil glioksilat, yang dapat dikombinasikan dengan garam anorganik dalam lambung dan usus, seperti kalium, natrium, besi dan kation lainnya untuk membentuk kompleks serat makanan, yang memengaruhi penyerapannya.  5, peran fermentasi bakteri. Serat makanan mudah difermentasi oleh bakteri dalam saluran usus, di mana serat larut dapat sepenuhnya difermentasi oleh bakteri, sedangkan serat makanan yang tidak larut tidak mudah difermentasi. Asam lemak rantai pendek yang dihasilkan setelah fermentasi, seperti asam etil ester, asam propil ester, dan asam butil ester, dapat digunakan sebagai sumber energi untuk sel dan bakteri usus. Ini meningkatkan motilitas usus, mengurangi perut kembung dan memperbaiki sembelit.