Apa itu karbohidrat yang tidak sehat?

  Memahami perbedaan antara karbohidrat sederhana (tidak sehat) dan karbohidrat kompleks (sehat) memungkinkan kita untuk memiliki pola makan yang mengandung karbohidrat yang dibutuhkan tubuh kita untuk memastikan pasokan energi yang konstan. Beberapa buah seperti pisang, semangka dan jus buah juga tinggi gula dan dapat menyebabkan fluktuasi gula darah juga.  Karbohidrat sederhana mudah terdegradasi dalam tubuh dan dapat memasok energi dengan sangat cepat. Ini meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dan menstimulasi pelepasan insulin untuk jangka waktu yang singkat, tetapi terlalu banyak pelepasan insulin dapat menyebabkan penurunan gula darah, yang dapat menyebabkan kita menunjukkan berbagai ketidaknyamanan (misalnya, mengantuk, perubahan suasana hati, konsentrasi yang buruk, mudah tersinggung, dll.) dan tubuh kemudian perlu mengonsumsi lebih banyak gula untuk meringankan ketidaknyamanan ini. Karbohidrat sederhana terutama gula, permen, minuman manis, anggur manis, makanan yang terbuat dari karbohidrat olahan dan banyak makanan olahan. Karbohidrat olahan (roti putih, pasta putih, nasi putih, dll.) tidak memiliki serat dan nutrisi yang bermanfaat.  Karbohidrat kompleks terdiri atas molekul-molekul gula yang saling terkait, dan pencernaannya memerlukan aksi enzim spesifik, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan diserap daripada karbohidrat sederhana. Kadar gula darah naik secara perlahan setelah makan karbohidrat kompleks dan proses pelepasan energinya lambat, sehingga gula darah turun lebih lambat, sehingga terhindar dari fluktuasi gula darah yang cepat dan keinginan untuk makan gula.  Makanan kedelai dan buah-buahan seperti apel, pir, persik dan plum mengandung karbohidrat kompleks, seperti halnya makanan bertepung seperti beras merah dan roti gandum, yang juga mempertahankan vitamin, mineral dan nutrisi asli mereka yang bermanfaat seperti serat.