Pembengkakan kaki yang tiba-tiba memperingatkan Anda akan adanya trombosis vena dalam

  Trombosis vena dalam (DVT) pada tungkai bawah dapat menyebabkan emboli paru (infark paru) atau sindrom pasca-trombosis vena dalam, yang dapat berakibat fatal atau melumpuhkan pada kasus yang parah, sehingga diagnosis DVT tungkai bawah yang tepat waktu dan akurat menjadi sangat penting.  Etiologi: Faktor risiko DVT termasuk merokok, usia lanjut, obesitas, istirahat di tempat tidur, keganasan, riwayat tromboemboli sebelumnya, trauma, perjalanan, kecenderungan untuk trombosis (defisiensi antikoagulan kongenital, dll.), kehamilan dan faktor lain seperti asupan oral obat-obatan tertentu seperti kontrasepsi.  Presentasi klinis: Kasus ringan mungkin tanpa gejala, sementara kasus yang parah dapat muncul dengan tulang paha yang memar atau bengkak putih yang mengancam keberadaan anggota tubuh. Gejala umum termasuk sesak napas, nyeri (secara signifikan lebih buruk saat berjalan), bengkak, perubahan warna kulit (memar atau memerah), hipertonia tungkai, nyeri tekan tungkai, demam, pembuluh darah superfisial yang melebar, dan nyeri di belakang betis saat kaki dorsofleksi.  Tes laboratorium dan pencitraan: D-dimer dan protein C-reaktif dapat meningkat pada fase akut, dan D-dimer negatif pada dasarnya tidak termasuk DVT; tes pencitraan termasuk ultrasonografi vena dan venografi, yang sebelumnya non-invasif, tidak memerlukan media kontras dan telah banyak dilakukan dalam praktik klinis.  Selain itu, etiologi DVT perlu diperiksa, seperti adanya defisiensi antikoagulan, cacat genetik dan sindrom antifosfolipid, keganasan, dll.