Apa saja faktor risiko untuk perkembangan sindrom iritasi usus besar?

Sindrom iritasi usus besar adalah gangguan pencernaan yang relatif umum. Meskipun bukan penyakit terminal, sakit perut berulang, gangguan pencernaan, diare, dan sembelit secara serius mempengaruhi kualitas hidup pasien. Survei epidemiologi baru-baru ini menunjukkan bahwa prevalensi sindrom iritasi usus besar di Tiongkok adalah sekitar 5%, dan pasien sebagian besar berusia muda dan setengah baya, dengan lebih banyak wanita daripada pria. 25% orang mengalami disfungsi usus pada bulan keenam setelah infeksi usus, di mana 1/4 di antaranya mengembangkan IBS, dan risiko pengembangan IBS terkait dengan durasi diare selama infeksi usus.

2, penggunaan obat penghilang rasa sakit. Sebuah studi ahli asing menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 3-6 obat penghilang rasa sakit per minggu lebih mungkin mengembangkan IBS, menunjukkan bahwa IBS mungkin terkait dengan mengonsumsi banyak obat penghilang rasa sakit.

3, faktor psikologis: Sekarang jelas bahwa timbulnya IBS terkait dengan faktor psiko-psikologis, yang meliputi kecemasan, depresi, gangguan tidur, dll.

4, faktor lain: dingin dan makan makanan dingin; operasi perut dan penggunaan antibiotik; operasi saluran empedu; stres hidup yang berlebihan; dan kebiasaan buruk dapat menyebabkan timbulnya IBS.