I. Apa saja gejala umum dari cedera manset rotator? 1 . Nyeri bahu, terutama terlihat jelas pada sisi tangan yang terkena aktivitas supraspinatus. 2 . Perbedaan yang signifikan dalam rentang gerak aktif dan pasif. Pemeriksaan apa yang diperlukan untuk memastikan diagnosis cedera rotator cuff? Pemeriksaan fisik: ada perbedaan yang jelas antara rentang gerak aktif dan pasif; kekuatan abduksi dan rotasi internal dan eksternal melemah. Pemeriksaan tambahan: MRI adalah standar emas untuk memastikan diagnosis cedera rotator cuff. Apa saja komponen utama perawatan konservatif untuk cedera rotator cuff? Setelah diagnosis cedera rotator cuff dipastikan, pengobatan simtomatik sistematis, fisioterapi dan latihan fungsional harus dilakukan setidaknya selama 3 bulan. Jika efek pengobatan konservatif tidak memuaskan, pembedahan dapat dipertimbangkan. Pengobatan konservatif terutama mencakup hal-hal berikut: 1. Pereda nyeri: obat pereda nyeri oral (misalnya Fenpropidol, Fitalin, dll.). 2 . Fisioterapi: terutama termasuk kompres panas, listrik kue, dan sebagainya. 3 . Latihan fungsional: mencakup dua aspek, biasanya setelah pengobatan nyeri oral dan fisioterapi. (1) Latihan kekuatan: pemulihan kekuatan rotasi internal dan eksternal sangat penting untuk peningkatan fungsi sendi bahu. Ada dua cara yang dapat digunakan: (1) rotasi eksternal: pasang karet gelang (tegangannya harus sekitar 0,5 kg) setinggi sendi pergelangan tangan. Siku ditekuk pada 90°, lengan atas dikencangkan di sisi tubuh dan lengan bawah diputar ke arah luar sejauh mungkin. Rotasi internal: pasang karet gelang setinggi sendi pergelangan tangan. Dengan siku ditekuk pada 90° dan lengan atas dikencangkan di sisi tubuh, usahakan untuk memutar lengan bawah ke dalam. (2) Rotasi eksternal: berbaring miring dengan sisi yang sakit berada di atas. Dengan siku ditekuk 90° dan lengan atas dikencangkan di sisi tubuh, pegang benda berat (beratnya sekitar 0,5 kg) dan putar lengan bawah ke atas. Rotasi internal: sisi yang sakit berbaring di sisi bawah. Dengan siku ditekuk 90° dan lengan atas dikencangkan di sisi tubuh, pegang beban dan putar lengan bawah ke atas. (3) Latihan mobilitas: tujuannya adalah untuk membuat rentang gerak sendi bahu yang terkena dampak mendekati normal untuk menghindari bahu beku sekunder.