Gangguan kecemasan perpisahan adalah gangguan psikologis di mana gangguan emosional terjadi setelah perpisahan. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak, dan beberapa orang dewasa juga mengalami gangguan kecemasan perpisahan, dan yang paling khas adalah manifestasi mental dan emosional yang tidak normal, seperti kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, ketakutan, depresi, pola makan yang buruk, insomnia, melamun, perubahan suasana hati, dan bahkan mempengaruhi kehidupan dan pekerjaan. Secara umum, pengalaman kecemasan berpisah di masa kanak-kanak merupakan pemicu utama timbulnya kecemasan berpisah pada orang dewasa. Perpisahan dari orang tua dan keluarga di masa kanak-kanak ke lingkungan yang asing dapat dengan mudah menyebabkan kecemasan akan perpisahan. Presentasi abnormal pada masa kanak-kanak ini dapat berlanjut hingga dewasa jika tidak diobati dengan intervensi aktif. Ketika mengalami situasi atau perasaan yang sama di masa dewasa, seseorang rentan terhadap kecemasan, depresi dan emosi mengganggu lainnya. Perubahan suasana hati yang negatif ini kemudian dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya dan dapat disertai dengan beberapa gejala pencernaan, seperti mual, muntah dan, dalam kasus yang parah, diare. Gejala-gejala ini juga dapat disertai dengan gejala saraf pusat, seperti tangan gemetar, pusing, sakit kepala dan insomnia. Orang dewasa yang mengalami separation anxiety lebih merasa tidak aman, sehingga disarankan agar anggota keluarga dan teman-teman di sekitar keluarga memberikan perhatian dan pendampingan yang cukup untuk membuat penderita merasa hangat dari lingkungannya. Jika hal ini terjadi pada orang tua setelah anak-anak mereka bepergian jauh dari rumah, anak-anak juga harus merawat orang tua mereka dengan baik dan dapat memperbaiki perasaan cemas mereka setelah perpisahan dengan melakukan kontak secara teratur. Selain itu, untuk pengobatan kecemasan akan perpisahan pada orang dewasa, perawatan psikologis yang sistematis mungkin lebih efektif daripada pengobatan. Oleh karena itu, intervensi psikologis dini direkomendasikan bagi mereka yang memiliki gejala-gejala ini untuk menghindari emosi atau gejala yang lebih parah.