Untuk anak-anak dengan penyakit ginjal, pengobatan dan perawatan kesehatan adalah prioritas utama. Namun, sekolah adalah jalan yang penting bagi semua anak, dan setiap orang tua ingin anak-anak mereka menjadi naga dan burung phoenix, belajar dengan baik dan berkarier di masa depan. Keseimbangan antara pengobatan penyakit ginjal dan sekolah telah menjadi masalah yang sulit bagi banyak orang tua. Untuk masalah ini, setiap anak perlu diperlakukan secara berbeda sesuai dengan tahap pengobatan yang berbeda: 1. Anak-anak dengan penyakit ginjal aktif atau akut yang memerlukan rawat inap (misalnya anak-anak dengan sindrom nefrotik dengan proteinuria masif, anak-anak dengan purpura dengan nyeri sendi pada tungkai atau nyeri perut, anak-anak dengan SLE aktif dan komplikasi serius lainnya, dll.) harus terbaring di tempat tidur dan tidak dapat berpartisipasi dalam Mereka tidak dapat berpartisipasi dalam pelajaran dan semua kegiatan budaya, olahraga, dan sosial. 2. Anak-anak dengan penyakit ginjal yang masih aktif tetapi dalam tahap pemulihan dapat diizinkan untuk belajar di ruang kelas, tetapi tidak boleh terlalu lama, dan tidak boleh berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, kegiatan sosial dan budaya. 3 .Anak-anak dengan penyakit ginjal dalam masa pemulihan setelah berhenti minum obat, dapat menerima pembelajaran di kelas, dan juga dapat melakukan kegiatan olahraga ringan dan kegiatan budaya, tetapi jumlah kegiatan harus ditingkatkan secara bertahap, tidak boleh terlalu cepat. 4 . Anak-anak dengan penyakit ginjal dalam remisi jangka panjang setelah menghentikan pengobatan, tetapi mereka yang air kencingnya masih berubah setelah berolahraga harus dicegah dari olahraga berat dan aktivitas olahraga yang lama.