Sindrom Nefrotik adalah sekelompok sindrom klinis dengan berbagai penyebab, yang ditandai dengan sejumlah besar proteinuria, hipoproteinemia, hiperlipidemia, dan berbagai tingkat edema. Penyakit ini kebanyakan terjadi pada anak usia 2-8 tahun, lebih banyak pada laki-laki daripada perempuan, dan pada beberapa anak, penyakit ini berkepanjangan karena beberapa kali kambuh. Pola makan dan perawatan yang tidak memadai adalah salah satu penyebab kekambuhan. Lima prinsip diet adalah 1. Gunakan diet tinggi protein dengan hati-hati: Meskipun anak-anak dengan sindrom nefrotik mengalami kehilangan protein urin dalam jumlah besar dan hipoproteinemia, namun tidak disarankan untuk menggunakan diet tinggi protein. Secara umum, diet protein 0,8-1,0 g/kg.d direkomendasikan untuk anak-anak dengan sindrom nefrotik, di mana protein hewani menyumbang 2/3 dan protein nabati menyumbang 1/3; diet rendah protein tidak dianjurkan untuk anak-anak dengan sindrom nefrotik dengan fungsi ginjal yang normal. 2. Asupan lemak harus dibatasi: sangat bermanfaat untuk membatasi lemak hewani pada anak-anak dengan sindrom nefrotik, terutama untuk makanan yang kaya kolesterol (seperti cumi-cumi, udang, kepiting, daging berlemak, urat kuku, jeroan hewan, dll.), yang harus dikontrol. 3. Karbohidrat yang cukup: untuk mencegah oksidasi asam amino, direkomendasikan 35keal/kg.d, tetapi dapat dikurangi jika anak mengalami obesitas. 4. Pembatasan garam: lg/d, vitamin yang larut dalam air yang cukup dan elemen yang sesuai. Tonik ginjal seperti Xian Ling Limpa, Xian Mao, Cistanches, Lock Yang dan Dog’s Backbone semuanya mengandung kalsium, seng dan elemen lainnya. Oleh karena itu, bersama dengan pengobatan herbal, tidak hanya dapat melengkapi kebutuhan, tetapi juga meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki kondisi fisik. 5 . Kontraindikasi diet: Jangan makan lebih banyak produk asam, manis, pahit, asin dan dingin; makan lebih sedikit kuning telur, telur ikan, kulit daging dan jeroan hewan; hindari makan udang, kepiting, dan produk acar; jangan minum dan merokok. Penanganan masalah umum dalam perawatan diet: 1. Kehilangan nafsu makan, anoreksia Lakukan perawatan psikologis yang baik terhadap anak. Sering-seringlah mengganti cara memasak, perhatikan warna, aroma dan rasa atau gunakan sedikit obat penambah nafsu makan atau jamu Cina sebelum makan untuk meningkatkan nafsu makan anak; jika anak merasa lelah, beristirahatlah terlebih dahulu baru makan setelah tenaganya pulih; makanlah dalam porsi kecil dan sering, berikan makanan yang tidak merangsang, hindari makanan yang terlalu berminyak atau terlalu manis. 2. Radang Mulut Karena durasi penyakit yang lama, daya tahan tubuh menurun dan mudah mengalami stomatitis, sehingga perlu diperhatikan kebersihan mulut dan perawatan mulut yang baik. Dan perawatan mulut yang baik dapat meningkatkan nafsu makan dan mencegah stomatitis pada saat yang bersamaan. Hindari makanan yang terlalu panas, terlalu asam atau kasar dan makanan dan minuman yang merangsang seperti kopi dan cabai. Perawatan antiinflamasi aktif, seperti nebulisasi ultrasonik, berkumur secara intensif dan suplementasi vitamin, juga harus diberikan sebagai perawatan simtomatik. 3. Mual dan muntah Pertama-tama, cari tahu penyebab mual dan muntah. Misalnya, bau yang tidak sedap, makanan yang menjijikkan, mengiritasi, tingkat stres yang tinggi. Siapkan wadah, hibur anak dengan sabar, tenangkan emosinya, suruh anak berbaring dengan kepala di satu sisi, catat jumlah dan sifat muntahan tepat waktu, ganti pakaian, selimut dan sprei, dan bila perlu simpan spesimen untuk pengujian. 4. Sakit perut, keluarnya cairan dari perut Pilihlah makanan yang kurang serat atau makanan ringan, hindari makanan berlemak, gorengan, atau makanan yang terlalu manis, perhatikan hidrasi dan pengisian elektrolit, gunakan makanan yang mengandung kalium tinggi, seperti sup sayuran, jus jeruk, jus tomat, hindari susu atau produk olahannya. 5 . Mengevaluasi efek terapi makanan. Pantau pembengkakan anak; secara teratur mengukur berat badan anak, lingkar perut, tekanan darah dan tingkat perbaikan gejala yang disadari sendiri; melacak hasil tes laboratorium dan mengamati fungsi ginjal; menilai tingkat perbaikan status gizi anak; menyesuaikan rencana diet sesuai dengan perubahan kondisi. Seperti kata pepatah, “obat tidak sebagus makanan”. Resep berikut ini dapat digunakan untuk tonik musim dingin: Bubur kastanye: 50 g kastanye (kupas), 50 g beras, dan sedikit garam. Rebus kastanye mentah dalam panci bertekanan (dengan sedikit air), kupas, tumbuk, masukkan ke dalam beras yang sudah dicuci, tambahkan air dan masak hingga menjadi bubur, lalu tambahkan garam secukupnya. Chestnut dapat menyehatkan ginjal dan memiliki efek terapeutik pada kelemahan atau rasa sakit pada pinggang dan lutut yang disebabkan oleh kekurangan energi ginjal. Bubur wijen: 10 gram biji wijen, 50 gram beras, dan madu atau garam secukupnya. Tumis biji wijen, cuci beras dan rebus hingga menjadi bubur, tambahkan biji wijen, campur dengan madu atau garam, lalu sajikan. Biji wijen dibedakan menjadi biji wijen putih dan hitam. Biji wijen putih baik untuk usus dan paru-paru, sedangkan biji wijen hitam baik untuk ginjal dan menguatkan otot dan tulang. Bubur merpati, kastanye, dan ubi jalar juga dapat dimakan untuk menyehatkan perut dan memperkuat limpa dan ginjal.