Dengan pesatnya perkembangan masyarakat dan meningkatnya daya saing, orang-orang mengalami semakin banyak tekanan dalam pekerjaan, studi dan kehidupan, dan prevalensi gangguan kecemasan secara bertahap meningkat. Beberapa statistik menunjukkan bahwa proporsi mahasiswa dan intelektual yang menderita berbagai tingkat kecemasan mencapai 10%, dan proporsi mereka yang mengalami kecemasan sementara bahkan lebih tinggi sebelum ujian, ketika mencari pekerjaan, dll. Gangguan kecemasan secara serius mempengaruhi kualitas hidup dan kemampuan pasien untuk bekerja dan harus ditangani dengan sangat serius. Pasien mungkin mengalami gejala somatik yang berkaitan dengan stres (misalnya, sakit kepala, detak jantung yang cepat, dll.) atau insomnia. Poin-poin diagnostik: 1. Ketegangan mental: termasuk kekhawatiran, kegugupan, kurang konsentrasi, pemikiran yang kurang koheren, dll. 2. Gejala somatik: gelisah, sakit kepala, gemetar, ketidakmampuan untuk rileks. 3. Menanamkan kegembiraan gugup: pusing, berkeringat, detak jantung cepat, mulut kering, sakit perut. Hal ini berlangsung selama beberapa bulan dan dapat dipicu atau diperparah oleh faktor iritasi. Prinsip pengobatan: 1. Obat anti-kecemasan: Obat lelah Benzodiazepine seperti Valium dan Scholastin, biasanya digunakan selama 2-4 minggu. 2 . Penghambat reseptor yang lebih baik: seperti insulin. 3. Antidepresan seperti Xarelto.