I. Hari Tanpa Tembakau Sedunia
31 Mei 2016 adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia ke-29, yang disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Saat ini ada 350 juta perokok di Tiongkok dan 750 juta korban perokok pasif lainnya;
1,8-2 juta perokok Tiongkok meninggal setiap tahun karena penyakit terkait tembakau;
Secara global, 5-6 juta perokok meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan tembakau setiap tahunnya.
Tujuan kampanye ini adalah untuk mengingatkan orang-orang bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan mereka, untuk menyerukan kepada para perokok di seluruh dunia agar berhenti merokok, dan untuk menyerukan kepada semua produsen tembakau, penjual dan komunitas internasional untuk bergabung dalam kampanye anti-merokok untuk menciptakan lingkungan bebas tembakau bagi umat manusia.
Menurut WHO, merokok membunuh hampir 6 juta orang setiap tahun dan jika tidak ada tindakan yang diambil, jumlah ini akan meningkat menjadi 8 juta orang pada tahun 2030, dengan 80% dari kematian ini terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Menurut statistik yang dirilis oleh CDC, ada lebih dari 300 juta perokok di Tiongkok, terhitung hampir sepertiga dari total populasi perokok di dunia, dan satu orang meninggal karena penyakit terkait tembakau kira-kira setiap 30 detik. Jika penggunaan tembakau tidak menurun, jumlah kematian terkait tembakau di Tiongkok akan meningkat menjadi 3 juta per tahun pada tahun 2050.
II. Bahaya merokok
Kesadaran masyarakat akan bahaya merokok dan paparan asap rokok sangat rendah, dengan lebih dari 3/4 orang Tiongkok tidak sepenuhnya memahami risiko kesehatan dari merokok dan lebih dari 2/3 orang Tiongkok tidak memahami bahaya paparan asap rokok. Mayoritas masyarakat kurang menyadari kesalahpahaman bahwa “tar rendah sama dengan bahaya rendah”, yang mencerminkan kesalahpahaman serius tentang masalah ini di kalangan masyarakat umum. Kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya kesehatan dari merokok dan prevalensi kesalahpahaman adalah salah satu faktor utama yang menghambat upaya pengendalian merokok di Tiongkok.
3. Sepuluh aturan untuk berhenti merokok
1. Buang perlengkapan merokok seperti korek api, asbak dan rokok untuk mengurangi ‘refleks terkondisi’ Anda.
2. Tahan godaan untuk merokok dan ingatkan diri Anda bahwa satu batang rokok lagi sudah cukup untuk membatalkan rencana Anda untuk berhenti. Hindari tempat atau kegiatan di mana Anda biasa merokok.
3. Minum air putih, makan buah, atau berjalan-jalan setelah makan untuk menghilangkan keinginan merokok setelah makan. Penelitian telah menunjukkan bahwa minum lebih banyak jus buah pada tahap awal berhenti merokok dapat membantu menendang kecanduan nikotin.
4.Ketika Anda kecanduan merokok, segeralah lakukan kegiatan bernapas dalam-dalam atau mengunyah permen karet bebas gula. Hindari mengganti rokok dengan makanan ringan, karena hal ini dapat menyebabkan kenaikan gula darah dan membuat tubuh Anda terlalu gemuk.
5.Katakan kepada orang lain bahwa Anda telah berhenti merokok, jangan memberi Anda rokok dan jangan merokok di depan Anda.
6. Tuliskan alasan-alasan yang menurut Anda harus berhenti merokok, seperti demi kesehatan Anda sendiri, demi keluarga Anda, untuk menghemat uang, dll. Bawalah bersama Anda sehingga Anda dapat mengeluarkannya dan menegur diri Anda sendiri ketika Anda menjadi kecanduan merokok.
7. Buatlah rencana untuk berhenti merokok dan kurangi jumlah rokok yang Anda hisap setiap hari.
8. Aturlah beberapa aktivitas fisik, seperti berenang, berlari, memancing, dll. Di satu sisi, Anda dapat meredakan ketegangan mental dan stres, dan di sisi lain, Anda dapat menghindari menghabiskan lebih banyak pikiran Anda untuk merokok.
9.Ketika Anda memiliki keinginan untuk merokok, Anda dapat mengendalikannya dengan minum air. Air putih telah terbukti menjadi obat yang luar biasa untuk berhenti merokok. Ketika Anda merasa kosong atau ingin merokok, minumlah segelas air putih secara perlahan terlebih dahulu.
10. Bila Anda benar-benar merasa sulit untuk berhenti merokok, carilah saran dan bantuan profesional.