Ketika kita berbicara tentang penyakit Alzheimer, kita pasti berpikir bahwa itu adalah penyakit yang hanya untuk orang tua, tetapi saat ini, penyakit Alzheimer menjadi semakin muda. Apakah Anda tahu apa prekursor penyakit Alzheimer? Bagaimana kita bisa mencegah penyakit Alzheimer secara umum? Prekursor penyakit Alzheimer 1. Gangguan memori Gangguan memori terjadi pada tahap awal, terutama gangguan memori dekat, di mana pasien tidak dapat mengingat apa pun yang terjadi puluhan jam atau bahkan beberapa menit yang lalu. Kehidupan sehari-hari pasien ditandai dengan “kehilangan segalanya”, “melupakan segalanya”, berulang kali mengajukan pertanyaan yang sama atau mengatakan hal yang sama berulang kali. 2. Kesulitan berbahasa Penemuan kata sering kali merupakan bentuk awal gangguan bahasa pada demensia, terutama karena ketidakmampuan menemukan kata-kata yang tepat ketika berbicara, atau kurangnya kosakata yang substantif, yang menghasilkan serangkaian kata-kata kosong; atau kesulitan menemukan kata-kata dan penggunaan terlalu banyak penjelasan untuk mengungkapkannya, yang menghasilkan nattering fit. 3. Gangguan keterampilan visual-spasial Pada tahap awal demensia, mungkin terdapat gangguan keterampilan visual-spasial, termasuk ketidakmampuan untuk menentukan lokasi objek secara akurat. Sebagian penderita demensia mungkin tersesat di lingkungan yang sudah dikenalnya pada awal penyakitnya. Kesulitan dalam menulis Kesulitan menulis yang mengarah pada kata-kata yang ditulis dengan buruk, seperti menulis surat yang tidak jelas maknanya, sering kali merupakan gejala pertama yang menjadi perhatian anggota keluarga, terutama beberapa lansia yang lebih berpendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa kesalahan menulis dikaitkan dengan gangguan memori jauh. 5. Hilangnya pengenalan dan hilangnya penggunaan Ya manusia berarti bahwa pasien tidak dapat mengenali objek, meskipun saat ini elemen taktil atau visual dari objek dapat dikenali; hilangnya penggunaan berarti bahwa meskipun ada mobilitas normal dan keinginan subjektif, pasien tidak dapat melakukan tindakan terarah yang telah dipelajari. Sulit untuk memeriksa hilangnya penggunaan dan pengenalan pada pasien dengan penyakit Alzheimer, dan kadang-kadang sulit untuk membedakannya dari konsekuensi afasia, gangguan keterampilan visuospasial dan amnesia. Diskalkulia sering muncul pada tahap pertengahan demensia, tetapi dapat muncul sejak dini, misalnya, ketika berbelanja dan tidak dapat menghitung atau salah hitung. Ada berbagai alasan untuk diskalkulia, yang mungkin disebabkan oleh gangguan visual-spasial (tidak dapat melakukan aritmatika dengan benar), atau afasia karena tidak memahami tugas aritmatika, atau diskalkulia primer. 7. Penilaian yang buruk dan gangguan Pasien dengan penyakit Alzheimer dapat mengalami penilaian yang buruk, kehilangan gambaran dan gangguan pada tahap awal. 8. Gangguan kejiwaan Gejala-gejala kejiwaan pada tahap awal dapat mencakup sikap mementingkan diri sendiri, mania, halusinasi dan delusi, depresi, perubahan kepribadian, mengigau, dll. Suasana hati tidak mudah dikendalikan. 9. Perubahan kepribadian Perubahan kepribadian sangat signifikan pada sebagian pasien, dan mereka menjadi sangat sensitif dan curiga atau sangat takut, atau menjadi semakin mudah marah dan keras kepala. 10. Perubahan perilaku dan gangguan gerakan Pada penyakit Alzheimer, gerakan sering normal pada tahap awal penyakit, tetapi pada tahap pertengahan penyakit, perilaku pasien kekanak-kanakan dan kikuk, sering melakukan pekerjaan yang tidak efektif dan tanpa tujuan.