Ketika pasien yang mengalami kecemasan mengunjungi dokter, tes yang dilakukan terutama meliputi: 1. Pemeriksaan psikiatri oleh dokter, yaitu mempertanyakan, apakah itu kecemasan atau depresi, tes yang paling penting adalah melalui pertanyaan dokter dan pertanyaan yang cermat tentang gejala-gejala yang lebih penting; 2. Tes psikologis dan pengukuran psikometrik, kuesioner untuk menyelidiki tingkat kecemasan, manifestasinya, dan dalam keadaan apa gejala-gejala itu muncul. Selain itu, penilaian obyektif akan dilakukan, dan dengan perkembangan kedokteran secara bertahap, tes menjadi semakin halus, seperti analisis stres mental dan tes fungsi fitokinetik untuk menentukan apakah kecemasan itu adalah gangguan neurologis, hiper-neurologis atau neurologis, terutama menguji analisis stres mental, rangsangan simpatis dan parasimpatis. Selain itu, tes neurotransmitter otak baru dan spektroskopi inframerah dekat juga disertakan. Singkatnya, pemeriksaan terdiri atas tes subjektif, penilaian skala dan tes tambahan objektif.