Demensia adalah gangguan umum aktivitas kortikal yang lebih tinggi, yang ditandai dengan hilangnya ingatan secara bertahap, berkurangnya penalaran dan penilaian, gangguan orientasi spasial, berkurangnya kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, bahasa dan aktivitas sosial, kesulitan dalam memperoleh keterampilan baru, dan ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi dalam keadaan pikiran yang jernih, dengan perubahan kepribadian dan perilaku seperti mudah tersinggung, cemas, delusi dan halusinasi. Penyakit Alzheimer adalah salah satu gangguan yang paling umum dan menghancurkan yang menyebabkan demensia. Diperkirakan akan mencapai 14 juta orang di Amerika Serikat saja pada pertengahan abad ke-21, dan jumlah pasien kemungkinan akan meningkat tiga kali lipat dalam 30-40 tahun ke depan. Basis populasi kita yang besar, masyarakat yang menua dan pencarian kualitas hidup telah menyebabkan peningkatan fokus pada penyakit ini. Penyakit Alzheimer adalah sekelompok penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat yang tidak diketahui etiologinya. Faktor risiko sosio-demografis utama untuk perkembangan penyakit Alzheimer adalah: usia lanjut, jenis kelamin perempuan, janda, pendidikan rendah dan status ekonomi rendah. Banyak ahli telah mengusulkan berbagai hipotesis tentang etiologi dan patogenesis penyakit Alzheimer, seperti hipotesis keracunan timbal, hipotesis infeksi, hipotesis kelainan endokrin, dan studi genetik molekuler yang menemukan bahwa penyakit ini mungkin heterogen secara genetik, yang semuanya belum dieksplorasi lebih lanjut. Pemeriksaan CT kranial, MRI, PET dan patologis dapat mengamati atrofi otak yang menyebar, ventrikel yang membesar, sulkus yang melebar, kehilangan neuron secara masif, dan perubahan karakteristik seperti plak pikun dan kusut fibriler neuron. Beberapa neuromediator yang terkait dengan pembelajaran dan memori, seperti asetilkolin, juga berubah. Penyakit Alzheimer sering dimulai pada usia tua atau pada tahap awal usia tua dan memiliki onset yang lambat dengan perjalanan yang progresif. Kematian akibat kegagalan infeksi biasanya terjadi dua sampai delapan tahun setelah timbulnya penyakit. Penyakit ini sering mempengaruhi pekerjaan, kegiatan sosial dan kehidupan keluarga karena berkurangnya kemampuan belajar dan komunikasi, pemikiran yang membingungkan dan kurangnya penalaran logis. Kemungkinan: 1. Hilang ingatan Gejala yang paling umum adalah melupakan informasi yang baru diperoleh. Sesekali lupa akan janji, nama, dan nomor telepon adalah fenomena fisiologis yang normal, tetapi sering kali lebih menonjol dan sering terjadi pada pasien Alzheimer. Pasien Alzheimer sering mengalami kesulitan dalam melanjutkan tugas-tugas yang biasa mereka lakukan tanpa berpikir, seperti memasak dan menggunakan peralatan rumah tangga, dan banyak hobi yang sudah lama ada tidak dapat diselesaikan. 3. Masalah bahasa Pasien Alzheimer sering lupa kata-kata sederhana dan sinonim dari kata-kata yang umum digunakan, sehingga sulit untuk memahami ucapan atau kata-kata tertulis mereka. Misalnya, ketika pasien tidak dapat menemukan sikat gigi, dia mungkin mengatakan “itu adalah benda yang ada di mulut saya”. 4. Disorientasi waktu dan tempat Tersesat di jalan yang sudah dikenal, tidak dapat menentukan di mana Anda berada dan bagaimana Anda sampai di sana, tidak tahu bagaimana cara pulang ke rumah, dll. adalah gejala lain dari penyakit Alzheimer. Orang dengan penyakit Alzheimer kadang-kadang membuat kesalahan dalam penilaian mereka, dan orang dengan penyakit Alzheimer menunjukkan hilangnya penilaian, seperti berpakaian sesuai cuaca, mengenakan pakaian berlapis-lapis di siang hari yang panas dan lebih sedikit di musim dingin yang dingin. Penderita demensia juga sering menghabiskan banyak uang yang tidak perlu untuk perbaikan rumah atau barang-barang lainnya. 6. Gangguan berpikir abstrak Penderita bahkan mungkin lupa angka sama sekali dan tidak tahu apa artinya, sehingga sulit untuk menjaga keseimbangan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga. Pasien Alzheimer sering salah menaruh benda-benda, seperti menyimpan batangan besi di dalam lemari es atau menaruh jam tangan di dalam tongkat gula. 8. Perubahan suasana hati dan perilaku Keadaan pikiran yang berbeda dapat memengaruhi emosi seseorang. Pasien dengan penyakit Alzheimer mengalami ketidakstabilan emosi yang cepat, mulai dari ketenangan hingga menangis dan marah, tanpa sebab. 9. Perubahan kepribadian Seiring dengan bertambahnya usia, kepribadian mereka biasanya berubah. Orang dengan penyakit Alzheimer sering menjadi sulit untuk dipatuk, curiga, takut, berhati-hati atau terlalu bergantung pada anggota keluarga. Bisa dimaklumi jika Anda merasa bosan dengan pekerjaan rumah tangga, aktivitas bisnis atau tanggung jawab sosial pada waktu tertentu. Namun, dalam kasus pasien Alzheimer, mereka menjadi sangat pasif, seperti duduk di depan televisi sepanjang hari, lesu dan tidak mau melakukan pekerjaan yang mampu mereka lakukan. Jika salah satu dari gejala-gejala ini terjadi pada anggota keluarga, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman sesegera mungkin. Diagnosis dini penyakit Alzheimer dan diferensiasi dari kemungkinan penyebab demensia lainnya sering kali dapat mengarah pada pengobatan, dukungan dan perawatan yang lebih baik bagi penderita demensia.