Seorang wanita muda berusia 30 tahun dipukuli dengan luka memar di hati dan obat-obatan untuk membantu pemulihannya!

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah umum dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Kontusio hati adalah trauma klinis yang umum terjadi pada hati, umumnya disebabkan oleh pecahnya hati akibat berbagai cedera traumatis, termasuk tertabrak atau terluka dalam kecelakaan mobil atau jatuh pada diri sendiri. Dalam kasus ini, pasien terluka oleh pukulan, mengakibatkan kontusi hati. Setelah pemeriksaan, ditemukan bahwa ada sedikit pendarahan perut dan tingkat kerusakan jaringan hati kecil. Setelah perawatan konservatif dengan istirahat di tempat tidur dan haemostasis trombin, hematoma di hati sepenuhnya diserap dan aktivitas normal dilanjutkan.

[Informasi dasar] Perempuan, 30 tahun

Jenis Penyakit】Kontusio hati, hematoma hati

Rumah Sakit】 Rumah Sakit Rakyat Liaocheng

Tanggal Konsultasi】 November 2021

Rencana Perawatan】 Istirahat di tempat tidur + obat untuk menghentikan pendarahan (trombin)

Masa Perawatan】 2 minggu di rumah sakit, tinjau setelah setengah bulan

【Hasil Pengobatan】 Kontusio hati sembuh total dan pengobatan konservatif berhasil, tanpa efek pada kehidupan normal.

I. Konsultasi awal

Seorang wanita muda terluka oleh seseorang, terutama di perut, terutama di perut kanan atas, dan rasa sakitnya tidak bisa dihilangkan, ada kemungkinan hati terluka. Fungsi hati juga menunjukkan bahwa transaminase meningkat secara signifikan dan jumlah darah menunjukkan penurunan ringan dalam hemoglobin, tetapi pada saat itu tanda-tanda vital pasien relatif stabil kecuali rasa sakit, sehingga diputuskan untuk menerima pasien terlebih dahulu.

II. Pengobatan

Setelah masuk, pasien dirawat di unit perawatan intensif, di mana ia ditempatkan pada pemantauan jantung dan tanda-tanda vitalnya diamati secara ketat. Jika ada kecenderungan tekanan darah turun dan detak jantung meningkat, ini umumnya menunjukkan bahwa pendarahannya cepat atau berlanjut, dan bahwa ada kemungkinan operasi caesar darurat. Dan pasien diperiksa ulang dalam waktu singkat dan ditemukan memiliki sedikit perubahan dalam hemoglobin rutin. Dan pasien juga diberikan USG perut di bangsal, yang mengungkapkan bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan dalam akumulasi darah di rongga perut pasien. Hal ini menunjukkan bahwa pasien saat ini tidak mengalami perdarahan intra-abdominal yang masif, tetapi hanya hematoma hati yang disebabkan oleh kontusi hati, dan hematoma ini saat ini stabil.

Situasi pasien kemudian dikomunikasikan kepada keluarga dan disimpulkan bahwa pasien sekarang memiliki kesempatan untuk perawatan konservatif dan peluang keberhasilan yang lebih baik. Keluarga pasien juga menyetujui rencana pengobatan. Jadi, rencana pengobatan utama untuk saat ini adalah selalu beristirahat di tempat tidur, mengurangi aktivitas dan menggunakan obat hemostatik trombin lagi, sambil memantau tanda-tanda vital pasien secara ketat. Kami juga telah berkomunikasi dengan keluarga pasien bahwa jika tanda-tanda vital pasien tidak stabil atau jika pendarahan memburuk, operasi darurat dapat dilakukan kapan saja. Untungnya, kondisi pasien tetap stabil.

 

III. Hasil pengobatan

Setelah 1 minggu pengobatan, kondisi pasien menjadi semakin stabil, nyeri perut menjadi semakin berkurang, dan pasien dapat makan dengan normal. CT abdomen ulangan menunjukkan bahwa luasnya hematoma pada hati juga mulai berkurang, dan tidak ada perdarahan yang signifikan dalam rongga perut. Setelah 2 minggu pengobatan, hematoma di hati benar-benar terserap dan pasien melanjutkan aktivitas dan kehidupan normal dan dipulangkan. Pasien diinstruksikan untuk kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan ulang dalam waktu setengah bulan. 

 

IV. Catatan

Kami senang bahwa gejala kontusio hati pasien telah sepenuhnya teratasi setelah pengobatan konservatif. Setelah keluar dari rumah sakit, pasien disarankan untuk beristirahat dan menghindari aktivitas berat. Diet pasien harus didasarkan pada makanan yang ringan dan mudah dicerna, hindari makanan yang digoreng, merokok, dan alkohol, dan secara bertahap beralih ke diet normal. Dalam kehidupan sehari-hari, pasien harus menjaga suasana hati yang stabil dan baik, serta mengikuti petunjuk dokter untuk pemeriksaan rutin guna membantu mereka pulih.

V. Wawasan pribadi

Jika Anda merasakan sakit perut yang parah atau mengalami kelemahan setelah trauma pada perut, Anda harus pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk menghindari keterlambatan kondisi akibat kerusakan organ di rongga perut. Dalam kasus kontusio hati, pengobatan konservatif atau operasi darurat harus dipilih tergantung pada perdarahan dan kerusakan pada hati. Biasanya, dalam kasus kontusio hati yang lebih ringan, seperti pada pasien ini, kondisi ini sebagian besar dapat secara efektif diatasi dengan pengobatan konservatif, tetapi jika kondisinya memburuk, operasi caesar eksploratori dapat dilakukan kapan saja.