Tidak ada kontraindikasi diet khusus bagi penderita SLE. Namun, makanan tertentu, seperti seledri, peterseli, buah ara, jamur, makanan yang diasap, biji alfalfa, dan kacang polong dapat memicu lupus eritematosus dan harus dihindari jika memungkinkan. Makanan laut, umumnya dikenal sebagai makanan berbulu. Beberapa pasien SLE dapat mengembangkan alergi setelah mengkonsumsi makanan laut (sebagian besar pasien SLE hipoalergenik), memicu atau memperburuk kondisi tersebut. Daging domba, daging anjing, daging rusa, kayu manis, dan leci bersifat hangat dan dapat memperburuk gejala panas internal pasien SLE yang menunjukkan defisiensi yin. Makanan pedas seperti cabai, bawang merah mentah dan bawang putih dapat memperburuk panas dalam dan sebaiknya tidak dikonsumsi. Penting untuk makan makanan rendah garam dan makan lebih banyak buah dan sayuran yang kaya kalium seperti pisang, apel, jeruk dan tomat. Pasien dengan gagal ginjal dan kadar kalium yang tinggi tidak boleh makan makanan yang disebutkan di atas, dan pasien dengan diabetes juga harus membatasi makanan pokok dan permen. Pasien yang menjalani terapi hormon jangka panjang dapat menderita gangguan metabolisme kalsium dan fosfor serta kehilangan kalsium tulang, yang mengakibatkan osteoporosis dan, dalam kasus yang parah, osteonekrosis. Perhatikan bahwa beberapa produk kesehatan tidak bermanfaat tetapi berbahaya bagi pasien SLE. Misalnya, ginseng, ginseng Amerika, gynostemma dan sediaan senyawanya, yang mengandung ginsenosides, dapat meningkatkan imunitas seluler dan humoral dalam tubuh. Namun, bagi pasien SLE, suplemen ini dapat memperburuk atau memicu SLE karena meningkatkan imunoglobulin, meningkatkan kompleks imun dan mengaktifkan antibodi anti-nuklir. Hindari obat-obatan dan makanan yang mengandung estrogen. Royal jelly, minyak katak, dan kontrasepsi wanita tertentu, semuanya mengandung estrogen, yang merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan SLE. Singkatnya, diet ringan, rendah garam, rendah lemak, dan protein berkualitas tinggi direkomendasikan untuk pasien SLE. Faktanya, penghindaran makanan dan minuman pada SLE sangat kompleks dan bervariasi dari orang ke orang. Pantangan-pantangan yang disebutkan di atas hanya bersifat relatif umum, dan masalah individu harus ditangani secara individual karena adanya perbedaan besar di antara individu-individu. Prinsipnya adalah bahwa Anda tidak boleh tersedak atau sembrono dengan mereka, dan pasien dapat mengendalikannya dengan tepat sesuai dengan pengalaman pribadi mereka sendiri.