Apakah serum feritin berguna untuk mendeteksi penyakit? Feritin serum adalah indikator yang sangat penting dan merupakan salah satu dari delapan kriteria diagnostik untuk sindrom hemofagositik. Faktanya, banyak pasien, terutama orang dewasa dengan sindrom hemofagositik, memiliki nilai feritin serum yang jauh lebih tinggi dari ini. Apa kegunaan tes aktivitas sel NK dalam imunologi untuk diagnosis penyakit? Aktivitas sel NK yang berubah, yang merupakan penyebab sindrom hemofagositik, berarti bahwa penurunan aktivitas sel NK mendahului perkembangan penyakit. Sementara nilai serum feritin turun atau naik sesuai dengan penyakit yang membaik atau memburuk, aktivitas sel NK berbeda dan nilainya tidak selalu berubah seiring dengan membaiknya atau memburuknya penyakit. Apabila penyakitnya terkontrol dengan baik, tetapi aktivitas sel NK tetap rendah, hal ini sangat menunjukkan bahwa penyakitnya mungkin kambuh. Oleh karena itu, aktivitas sel NK penting tidak hanya dalam diagnosis sindrom fagositik tetapi juga dalam memantau prognosis. Perlu dicatat juga bahwa uji aktivitas sel NK mengacu pada deteksi fungsi sel NK, bukan jumlah dan proporsi sel NK, yang tidak mengindikasikan seberapa baik fungsinya. Bagaimana tes sCD25 serum (reseptor interleukin-2 larut) berguna dalam mengonfirmasi diagnosis penyakit? Meskipun beberapa infeksi inflamasi atau penyakit kekebalan tubuh dapat menyebabkan peningkatan sCD25 serum, sCD25 serum sangat spesifik pada sindrom fagositik. Seperti halnya feritin, nilai sCD25 serum meningkat seiring dengan perkembangan penyakit dan menurun seiring dengan membaiknya penyakit. Tes ini sangat penting dalam diagnosis sindrom fagositik. Walaupun banyak rumah sakit tidak melakukan tes aktivitas sel NK dan serum sCD25, namun disarankan untuk mencoba melakukan kedua tes tersebut jika penyakitnya dicurigai.