Jika Anda seorang pendengkur, Anda harus terlebih dahulu mengunjungi dokter spesialis (ahli THT) di rumah sakit biasa. Dokter Anda akan mengatur agar Anda menjalani sesi pemantauan tidur. Peralatan pemantauan akan memonitor jantung, aktivitas otak, gerakan pernapasan, aliran udara mulut dan hidung, saturasi oksigen darah, tekanan darah dan dengkuran, dll. Berdasarkan hasil pemantauan, sifat dan tingkat keparahan dengkuran akan ditentukan dan pengobatan yang efektif akan diterapkan. Penurunan berat badan cocok untuk pasien mendengkur dini dan ringan. Pembedahan cocok untuk pasien dengan obstruksi saluran napas bagian atas, seperti turbinat yang membesar, septum hidung yang menyimpang, amandel yang membesar, uvula yang membesar dan langit-langit lunak yang menggantung rendah, dll. Masalah ventilasi dapat diatasi dengan metode pembedahan seperti koreksi septum dan palatoplasti. 1. Terapi ablasi frekuensi radio. Cocok untuk pasien mendengkur ringan hingga sedang, menggunakan sistem eliminasi kriogenik plasma untuk mengurangi volume jaringan hipertrofi di faring. Metode ini sederhana, tidak terlalu invasif, tidak ada perdarahan, dan biasanya dapat ditangani secara rawat jalan, tetapi rentan kambuh. 2. Perawatan ventilasi tekanan positif transnasal. Udara diberi tekanan melalui ventilator yang dirancang khusus sehingga jalan napas pasien terbuka dan tidak lagi tersumbat, sehingga menyembuhkan komplikasi penyumbatan jalan napas dan kekurangan oksigen. Metode ini bersifat non-invasif, tetapi pasien harus mengenakan masker hidung saat tidur dan harus membeli serta menggunakan ventilator di bawah bimbingan dokter spesialis. 3. Perawatan corong. Dilator khusus ditempatkan ke dalam rongga faring pada waktu tidur untuk memperluas rongga faring dan mengurangi resistensi saluran napas bagian atas. Karena dilator harus ditempatkan di dalam mulut pada waktu tidur, maka akan timbul rasa tidak nyaman dan tidak mudah diterima oleh pasien. Kesimpulannya, penyebab mendengkur memiliki banyak segi dan sering kali membutuhkan kolaborasi multidisiplin dan analisis yang komprehensif sebelum rencana perawatan yang tepat dapat ditentukan.