Narkolepsi adalah gangguan psikosomatik yang memanifestasikan dirinya terutama sebagai tidur siang hari yang berlebihan atau transisi yang berkepanjangan ke keadaan terjaga sepenuhnya saat terjaga, gejala yang bukan disebabkan oleh kurang tidur, alkohol, obat-obatan, atau penyakit. Penyebabnya tidak jelas dan terutama terkait dengan faktor psikologis. Pertama, pasien dengan narkolepsi tidak memiliki faktor organik yang dapat menyebabkan kondisi ini, seperti kondisi neurologis atau kondisi medis lainnya, gangguan penggunaan zat psikoaktif, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Kedua, orang dengan narkolepsi kronis mengantuk terlepas dari kesempatan dan mengalami berbagai tingkat kantuk yang tak tertahankan, yang dapat menyebabkan tekanan yang signifikan atau penurunan fungsi pekerjaan, sosial dan fungsi sosial lainnya serta kualitas hidup, dan jika episode berulang terjadi secara berkala, hal ini dapat menjadi masalah serius dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan lebih lanjut dari narkolepsi dapat menyebabkan perubahan fungsi kognitif seperti kehilangan memori, berkurangnya kemampuan berpikir, dan berkurangnya kemampuan untuk mempelajari hal-hal baru. Jika narkolepsi tidak terkontrol, hal ini dapat mengakibatkan gejala yang parah seperti episode pingsan mendadak, halusinasi tidur, bermimpi berlebihan, perubahan suasana hati dan kelumpuhan tidur. Inilah sebabnya mengapa menjaga gaya hidup sehat dan komunikasi interpersonal untuk menghindari narkolepsi merupakan elemen penting. Aktivitas fisik yang aktif, sikap hidup yang sehat, kebiasaan tidur yang baik, dan partisipasi dalam kegiatan kelompok yang cerah sering dianggap efektif dalam mencegah narkolepsi.