Ucapan dapat dikenali menggunakan gelombang otak

  Bahasa dihasilkan oleh korteks serebral manusia dan gelombang otak yang terkait dengan proses bicara dapat direkam secara langsung dengan elektroda EEG. Baru-baru ini, para peneliti di beberapa institusi, termasuk Karlsruhe Institute of Technology (KIT) di Jerman dan Wadsworth Center di Amerika Serikat, telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa unit-unit dasar dari ucapan yang berkelanjutan, kata-kata DD dan kalimat lengkap, dapat direkonstruksi dari gelombang otak ini, dan teks yang sesuai dapat dihasilkan. Mereka menggambarkan sistem “Brain-to-text” ini dalam edisi terbaru jurnal Frontiers in Neuroscience.  ”Orang-orang telah lama bertanya-tanya apakah mungkin untuk berkomunikasi dengan mesin hanya melalui aktivitas otak, dan hasil penelitian kami merupakan langkah penting ke arah itu.” Tanya, dari Laboratorium Sistem Kognitif KIT, siapa yang mengarahkan penelitian ini? Schulz mengatakan, “Penelitian kami menunjukkan bahwa unit individu dalam ucapan dan kalimat yang diucapkan secara berurutan dapat dikenali oleh aktivitas otak.”  Hasil tersebut dicapai melalui kolaborasi antara peneliti di bidang informatika, ilmu saraf, dan kedokteran, menurut laporan terbaru di situs web Daily Science.KIT mengembangkan dan menggunakan pemrosesan sinyal dan metode pengenalan suara otomatis. Herf dan Dominic? Hedge mengatakan, “Selain menerjemahkan ucapan dari aktivitas otak, model kami mampu menganalisis secara rinci wilayah otak yang terlibat dalam proses bicara dan interaksi di antara mereka.” Mereka mengembangkan sistem ini dalam tesis PhD mereka.  Para peneliti mencatat bahwa ini adalah pertama kalinya ucapan yang berkelanjutan dapat diterjemahkan dan diubah menjadi bentuk teks berdasarkan pola aktivitas otak. Untuk melakukan hal ini, informasi kortikal harus digabungkan dengan pengetahuan linguistik dan algoritme pembelajaran mesin untuk memilih urutan kata yang paling mungkin. Meskipun sistem ‘Brain D Text’ saat ini masih didasarkan pada ucapan, namun ini merupakan langkah pertama yang penting dalam mengidentifikasi bahasa pikiran orang.  Para peneliti merekam aktivitas otak dari tujuh pasien epilepsi yang memiliki elektroda array (ECoG) yang ditempatkan di permukaan korteks serebral mereka untuk tujuan pengobatan. Para peneliti merekam sinyal ECoG dengan resolusi tinggi saat pasien membacakan teks sampel. Para peneliti di Karlsruhe kemudian menganalisis data dan mengembangkan sistem “Brain D Text”.  Selain berkontribusi pada ilmu pengetahuan dasar dan membantu untuk lebih memahami proses bicara yang kompleks di otak, hasil penelitian ini juga akan membantu mengembangkan alat komunikasi bahasa baru yang dapat dipasang pada pasien di masa depan untuk membantu mereka berkomunikasi.